Situbondo Jadi Markas Baru Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan TNI AD

TNI AD segera bangun markas Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan di Situbondo. Proyek strategis di lahan 110 hektare ini bakal hadirkan kompi khusus pertanian hingga kesehatan untuk warga.

03 Jun 2026 - 13:01
Situbondo Jadi Markas Baru Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan TNI AD
Pangdan V/Brawijaya di sambut beberapa jajaran (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Kabupaten Situbondo segera menjadi pusat pengembangan kekuatan strategis TNI Angkatan Darat. Kawasan hutan produksi di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, akan disulap menjadi markas bagi dua satuan baru, yakni Brigade Infanteri (Brigif) Teritorial Pembangunan dan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan.

Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, meninjau langsung lokasi seluas 110,95 hektare tersebut pada Rabu (3/6/2026). Ia menegaskan bahwa pembentukan satuan ini merupakan bagian dari program strategis TNI AD untuk memperkuat sistem pertahanan berbasis teritorial sekaligus mendorong kesejahteraan rakyat.

"Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas masyarakat dan terbukanya peluang usaha baru," ujar Mayjen TNI Rudy Saladin di sela kunjungannya.

Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf. Ferry Ardian, menjelaskan bahwa kehadiran satuan ini memiliki konsep yang unik. Berbeda dengan batalyon infanteri konvensional, Yonif Teritorial Pembangunan di Situbondo nantinya akan dilengkapi dengan empat kompi khusus yang berfokus pada pembangunan masyarakat, yakni Kompi Pertanian, Peternakan, Konstruksi, dan Kesehatan.

"Kehadiran kompi-kompi khusus itu menjadi ciri khas konsep Teritorial Pembangunan yang tidak hanya berfungsi menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu percepatan pembangunan di daerah," ungkap Letkol Ferry.

Terkait identitas satuan, TNI AD mengambil inspirasi dari ikon fauna Taman Nasional Baluran. Brigif Teritorial Pembangunan akan diberi nama Merak Biru, sementara Yonif Teritorial Pembangunan akan mengusung nama Rusa Jantan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ikatan antara satuan dengan karakter alam Situbondo.

Saat ini, pihak TNI masih menunggu terbitnya Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari Kementerian Kehutanan. Begitu izin keluar, pengerjaan fisik akan segera dimulai. Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada penyediaan empat barak prajurit, dapur, garasi alat berat, serta perbaikan akses jalan sepanjang 650 meter.

Persiapan ini dikejar karena TNI menargetkan fasilitas tersebut rampung pada pertengahan Juli 2026. Hal ini untuk menyambut kedatangan sekitar 600 personel yang akan bertugas di wilayah tersebut.

"Sembari menunggu proses administrasi di pusat, persiapan terus dilakukan. Harapannya pembangunan awal bisa segera berjalan sehingga sekitar 600 pasukan yang datang nantinya dapat menempati barak yang representatif," tambah Letkol Ferry.

Dalam arahannya, Pangdam V/Brawijaya juga berpesan agar kehadiran satuan ini membawa dampak positif bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar yang selama ini mengelola lahan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit harus mampu meningkatkan keamanan dan perekonomian warga, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow