Pencuri Sapi Sadis di Situbondo: Sembelih di Tempat, Gasak 80 Kg Daging dan Tinggalkan Bangkai

Aksi pencurian sapi tak biasa terjadi di Situbondo. Pelaku menyembelih sapi jenis simmental di tempat dan hanya mengambil puluhan kilogram daging berharga, meninggalkan korban merugi Rp20 juta.

01 Apr 2026 - 06:37
Pencuri Sapi Sadis di Situbondo: Sembelih di Tempat, Gasak 80 Kg Daging dan Tinggalkan Bangkai
Korban Suparno saat menunjukkan sapi yang di gasak maling (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Warga Kampung Kajar, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo dikejutkan dengan aksi pencurian ternak yang tergolong sadis pada Rabu (1/4/2026) pagi. Seekor sapi jenis simmental milik Suparno (61) ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan setelah disembelih secara paksa oleh kawanan pencuri di area kandang.

Aksi ini tergolong tak biasa lantaran pelaku tidak membawa kabur utuh hewan ternak tersebut. Alih-alih mengangkutnya hidup-hidup, para pelaku mengeksekusi sapi di lokasi dan hanya mengambil bagian-bagian daging tertentu yang memiliki nilai jual tinggi.

Kasi Humas Polres Situbondo, Ipda Slamet Yuwono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga berjumlah lebih dari dua orang melihat rapinya cara mereka masuk dan mengeksekusi hewan ternak yang berukuran cukup besar tersebut.

"Pelaku masuk melalui pintu pagar sisi timur, kemudian diduga bergerak ke arah selatan menuju jalan Gunung Malang," jelas Slamet saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB ketika seorang saksi mata bernama Suli melihat kondisi kandang yang mencurigakan. Saat diperiksa, satu dari tiga sapi milik Suparno sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka sembelih di leher. Sebagian besar dagingnya pun telah raib dipotong-potong.

Slamet mengungkapkan, pelaku nampaknya sangat paham bagian daging mana yang paling laku di pasaran. "Bagian yang diambil antara lain kaki kanan depan dan daging punggung, dengan perkiraan berat sekitar 70 hingga 80 kilogram," tambahnya.

Korban sendiri mengaku terakhir kali mengecek kandang yang berjarak satu kilometer dari rumahnya itu pada Selasa malam (31/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, kondisi sapi berumur delapan tahun tersebut masih terpantau aman dan kandang memang dalam keadaan tidak dijaga.

Akibat kejadian ini, Suparno diperkirakan mengalami kerugian materil mencapai Rp20 juta. Sementara itu, pihak kepolisian kini tengah mendalami keterangan para saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu komplotan pencuri "jagalan" tersebut yang telah meresahkan peternak di wilayah Situbondo.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow