Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Pule, Kapolres Trenggalek: Akses Warga Kini Lebih Singkat

Kapolres Trenggalek resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Pule. Infrastruktur ini pangkas jarak tempuh warga hingga 4 km demi dongkrak ekonomi lokal.

02 Jun 2026 - 21:07
Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Pule, Kapolres Trenggalek: Akses Warga Kini Lebih Singkat
Pengguntingan pita tandai peresmian jembatan Merah Putih Presisi Pule (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, secara resmi membuka akses Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Selasa (2/6/2026). Infrastruktur ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi sekaligus mempermudah mobilitas warga antardesa.

Pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif jajaran Polres Trenggalek untuk menjawab kendala aksesibilitas masyarakat setempat. Setelah pengerjaan rampung, jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 1 meter ini kini dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Berkat kolaborasi dan gotong royong, jembatan ini bisa rampung tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh warga," ujar AKBP Ridwan saat prosesi peresmian.

Terkait nama "Merah Putih Presisi", Kapolres menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut memiliki filosofi mendalam. Selain merujuk pada warna bendera nasional, nama tersebut melambangkan nilai persatuan dan kesatuan antarwarga.

"Jembatan ini adalah simbol penghubung. Kehadirannya diharapkan mempermudah silaturahmi, memperkuat gotong royong, dan tentunya mengefisienkan kegiatan ekonomi masyarakat yang tadinya harus memutar jauh," jelasnya.

Selain itu, ia berpesan agar masyarakat menjaga dan merawat jembatan tersebut dengan baik. Ia juga membuka peluang pengembangan infrastruktur ke depannya agar jembatan mampu menampung kendaraan angkut komoditas pertanian dengan kapasitas yang lebih besar.

Manfaat nyata dari pembangunan jembatan ini pun langsung dirasakan oleh warga. Kepala Desa Jombok, Nursalim, mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan ini mampu memangkas jarak tempuh warga hingga 4 kilometer, dengan efisiensi waktu perjalanan mencapai 20 menit.

"Kami mewakili masyarakat Dusun Kojan mengucapkan terima kasih kepada Polres Trenggalek. Sekarang warga tidak perlu lagi memutar jauh. Mobilitas angkutan hasil bumi maupun aktivitas sehari-hari kini jauh lebih cepat," tutur Nursalim.

Sebagai informasi, Jembatan Merah Putih Presisi dibangun dengan total biaya sekitar Rp45 juta. Proyek ini merupakan hasil sinergi antara bantuan dari Polres Trenggalek dengan dukungan swadaya masyarakat setempat.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow