Pembegal Brutal dengan Modus Order InDrive Ditangkap Polisi

“Korban saat itu ketakutan karena pelaku mengancam dan terus mengejar di area persawahan yang gelap,” ungkap AKP Arif Rahman.

24 May 2026 - 11:44
Pembegal Brutal dengan Modus Order InDrive Ditangkap Polisi
Pelaku Pembegalan brutal ojek online usai ditangkap diamankan petugas di Mapolsek Menganti Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Aksi pembegalan brutal terhadap seorang driver ojek online (ojol) di kawasan gelap Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akhirnya berujung di tangan polisi. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil diburu dan ditangkap jajaran Reskrim Polsek Menganti saat bersembunyi di kawasan Semampir, Surabaya.

Pelaku diketahui bernama Rohan (33), warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Sehari-hari ia bekerja sebagai kuli bangunan dan tinggal di kawasan Kenjeran, Surabaya.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan, penangkapan dilakukan setelah anggota melakukan serangkaian penyelidikan cepat usai menerima laporan pembegalan terhadap driver ojol bernama Andy Sebastian Zainin (28), warga Tanjung Perak, Surabaya.

“Begitu laporan masuk, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap pelaku. Alhamdulillah kurang dari 24 jam pelaku berhasil kami amankan berikut barang bukti motor korban,” ujar AKP Arif, Sabtu (23/05/2026).

Peristiwa itu bermula pada Rabu malam (20/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban menerima order melalui aplikasi InDrive dari kawasan Tanjung Perak dengan tujuan Dusun Hendrosalam, Desa Hendrosari, Menganti.

Awalnya perjalanan berlangsung normal. Namun suasana berubah mencekam ketika pelaku meminta korban masuk ke jalan kavlingan yang sepi dan minim penerangan.

Menurut AKP Arif, berdalih hendak menuju rumah temannya yang disebut sulit dihubungi. Korban pun sempat diajak berputar-putar di area gelap yang jauh dari permukiman warga.

“Korban tidak curiga karena pelaku terus mengarahkan perjalanan seolah benar-benar mencari alamat rumah temannya,” jelasnya.

Sesampainya di lokasi yang benar-benar sepi, pelaku meminta korban menghentikan sepeda motor. Saat itulah aksi brutal terjadi.

Tanpa banyak bicara, pelaku tiba-tiba menghantam bagian belakang kepala korban menggunakan benda tumpul hingga korban terjatuh bersama motornya.

Korban yang panik dan kesakitan berusaha mempertahankan motornya. Dalam kondisi terluka, ia nekat melarikan diri ke area persawahan sambil membawa remote motor agar kendaraan tidak mudah dibawa kabur.

Namun pelaku terus mengejar sambil membawa kayu dan mengintimidasi korban. Bahkan pelaku sempat berpura-pura hendak mengambil senjata dari balik bajunya agar korban ketakutan dan menyerahkan remote motor.

“Korban saat itu ketakutan karena pelaku mengancam dan terus mengejar di area persawahan yang gelap,” ungkap AKP Arif Rahman.

Beruntung korban berhasil lolos dan meminta pertolongan warga sekitar. Tetapi saat korban kembali ke lokasi bersama warga, sepeda motor Honda Scoopy miliknya bernopol L-6338-CAF sudah raib dibawa kabur pelaku.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka cukup serius. Lengan kanannya bengkak akibat menangkis pukulan, lutut lecet dan memar, serta leher terasa sakit akibat benturan keras saat terjatuh.

Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Menganti langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif. Petugas menelusuri identitas pelaku dari data aplikasi, keterangan korban, hingga jejak pelarian tersangka.

Hasilnya, keberadaan pelaku berhasil diketahui berada di wilayah Semampir, Surabaya. Tim Reskrim kemudian bergerak cepat melakukan pengejaran pada Kamis malam (21/5/2026).

“Pelaku kami tangkap sekitar pukul 19.00 WIB di wilayah Semampir. Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan,” tegas AKP Arif.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban yang sempat dibawa kabur usai aksi pembegalan.

Kini tersangka telah mendekam di sel tahanan Polsek Menganti dan dijerat Pasal 479 ayat (1) dan ayat (2) huruf a KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

AKP Arif memastikan pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi kejahatan serupa di wilayah lain.

“Kami masih dalami kemungkinan adanya TKP lain maupun jaringan pelaku. Pengembangan terus dilakukan,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow