Pegiat Budaya dan Sejarah Jatim Gelar Doa Bersama Kebangkitan Nusantara

02 May 2026 - 14:07
Pegiat Budaya dan Sejarah Jatim Gelar Doa Bersama Kebangkitan Nusantara
Suasana jagongan budaya Suasana sakral dan penuh makna menyelimuti Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Jumat malam (01/05/2026) . (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Suasana sakral dan penuh makna menyelimuti Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Jumat malam (01/05/2026) . Bertepatan dengan puncak purnama dalam penanggalan Jawa, puluhan pegiat budaya dan sejarah dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) seperti Jombang, Trowulan Mojokerto, dan Kediri berkumpul untuk menggelar jagongan budaya dan doa bersama bagi kebangkitan Nusantara.

Acara yang sarat akan nilai-nilai sejarah dan spiritual ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi kolektif untuk menjemput kejayaan masa depan Indonesia dengan menengok kejayaan masa lalu.

Rangkaian acara dimulai dengan penampilan Tari Klono yang dibawakan oleh anak-anak Desa Jatiduwur. Tarian ini menjadi pembuka sebelum puncak acara menampilkan Tari Klono Wayang Topeng Jatiduwur yang megah. Tari sakral tersebut melambangkan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, yang sedang menari dengan topeng berwarna emas—sebuah simbol keagungan, kekuasaan, dan kebijaksanaan.

Setelah tarian, acara dilanjutkan dengan jagongan budaya. Forum diskusi yang hangat tersebut mengupas tuntas masa keemasan Nusantara pada era Kerajaan Majapahit, khususnya di masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk yang didampingi Mahapatih Gajah Mada. Tidak berhenti di sana, para narasumber juga mengulas sosok Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno, yang dinilai berhasil membawa Indonesia sejajar dengan negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masanya.

Narasumber Inspiratif: Dari Budayawan hingga Pembina Situs Persada Soekarno
Sejumlah narasumber kompeten hadir untuk memberikan pandangan mendalam dalam jagongan budaya tersebut. Mereka antara lain:

1. Budayawan Jombang Nasrul Ilah (Cak Nas)

2. Pemerhati sejarah Arif Yulianto (Cak Arif)

3. Pemerhati sejarah Ari Hakim

4. Pemerhati budaya Supriyadi

5. Praktisi budaya & Pengelola Sanggar, Isma Hakim

6. Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM. Kuswartono

7. Tokoh spiritual, Ki Budi Sejati

Kehadiran para tokoh dari lintas keilmuan ini memperkaya diskusi, menghubungkan narasi sejarah klasik Nusantara dengan perjuangan kemerdekaan modern.

Pengelola Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Isma Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari diskusi dan perenungan mendalam. Menurutnya, kebangkitan Nusantara harus dijemput secara aktif, tidak hanya ditunggu pasif.

"Kami memilih malam puncak Purnama sebagai refleksi Prabu Hayam Wuruk menari topeng berwarna emas. Pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada inilah masa keemasan Majapahit terjadi," ujar Isma Hakim.

Ia berharap, semangat dari kedua tokoh besar—Raja Hayam Wuruk dan Bung Karno—dapat menjadi spirit bagi Indonesia untuk bangkit kembali. "Seperti kondisi Nusantara pada masa keemasannya yang terkenal dengan filosofi 'Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Karto Raharjo'," imbuhnya, menggambarkan cita-cita negeri yang makmur, subur, tenteram, dan sejahtera.

Seruan untuk Gerakan Bersama di Seluruh Daerah
Sementara itu, pegiat sejarah sekaligus narasumber, Ari Hakim, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat memicu gerakan kolektif di daerah-daerah lain di Indonesia.

"Kegiatan seperti ini diharapkan bisa memicu kegiatan yang sama di daerah-daerah lain. Mari kita bersama-sama berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kebangkitan Nusantara benar-benar segera diberikan kepada Indonesia," pungkas Ari Hakim dengan penuh optimisme.

Doa bersama yang dipimpin tokoh spiritual kemudian menutup rangkaian acara, menyisakan harapan baru bagi kebangkitan peradaban Indonesia di masa mendatang. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow