Pamit Bermain Bola, Bocah Lamongan Ditemukan Tewas Tenggelam di Bengawan Solo

Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari sesaat setelah laporan diterima. Namun, karena kondisi gelap dan keterbatasan visibilitas, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi tadi," ungkap AKP Witono.

04 Apr 2026 - 06:07
Pamit Bermain Bola, Bocah Lamongan Ditemukan Tewas Tenggelam di Bengawan Solo
Petugas Gabungan Berhasil Mengevakuasi Jasad Bocah yang Tenggelam di Bengawan Solo (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan terhadap seorang bocah yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo akhirnya membuahkan hasil. Korban berinisial AF (9), siswa kelas 2 MI asal Desa Laren, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat (3/4/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola di Lapangan Centong, Desa Laren.

Usai berolahraga, korban bersama rekan-rekannya memutuskan untuk mandi di Sungai Bengawan Solo yang lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari lapangan. Diduga karena tidak mahir berenang dan kondisi arus sungai yang deras serta dalam, korban langsung tenggelam saat masuk ke air.

Kasi humas polres lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian di Dusun Ketintang setelah menerima laporan warga pada Jumat malam pukul 19.20 WIB.

"Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari sesaat setelah laporan diterima. Namun, karena kondisi gelap dan keterbatasan visibilitas, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi tadi," ungkap AKP Witono.

Pada Sabtu pagi, personel gabungan dari Polsek Laren, Satpolair Polres Lamongan, BPBD Kabupaten Lamongan, serta warga setempat kembali menyisir aliran sungai. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB, tidak jauh dari titik awal tenggelam.

"Korban ditemukan berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal kejadian tenggelam di wilayah Dusun Ketintang," tambahnya.

Pasca penemuan, jasad korban segera dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi oleh petugas medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Ipda M. Hamzaid memberikan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang tinggal di bantaran sungai.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai. Jangan sampai kejadian memilukan seperti ini terulang kembali," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow