Asap Misterius Selimuti Tiga Desa di Manyar, DPRD dan DLH Gresik Turun Tangan

Baunya menyengat seperti bekas pembakaran, dan sangat mengganggu pernapasan,” ujarnya.

03 Apr 2026 - 23:14
Asap Misterius Selimuti Tiga Desa di Manyar, DPRD dan DLH Gresik Turun Tangan
Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Pencemaran udara berupa asap tebal berwarna putih yang menyelimuti tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, memicu keresahan warga. Asap yang muncul setiap dini hari itu bahkan disebut menimbulkan gangguan pernapasan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini bergerak cepat menelusuri sumber pencemaran yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di kawasan tersebut.

Tiga desa terdampak meliputi Manyarejo, Manyar Sidorukun, dan Manyar Sidomukti. Warga menyebut, asap muncul hampir setiap malam sekitar pukul 02.00 WIB dan menyelimuti permukiman dengan bau menyengat.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH untuk segera melakukan penelusuran.

“Sedang kita telusuri dan kita konfirmasi ke DLH. Segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik, Jauzi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran.

“Akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Selain menyelimuti permukiman, asap juga menutup jarak pandang di jalan lingkungan serta memicu keluhan kesehatan seperti batuk dan sesak napas.

Ainur, salah satu warga, menyebut fenomena ini baru pertama kali terjadi namun dampaknya sangat mengganggu.

“Baunya menyengat seperti bekas pembakaran, dan sangat mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Keresahan warga bahkan sempat memicu aksi swiping ke kawasan industri sekitar untuk mencari sumber asap. 

Dari penelusuran tersebut, warga menduga kuat asap berasal dari aktivitas PT Liku Telaga, perusahaan yang memproduksi bahan kimia seperti asam sulfat, aluminium sulfat, dan sodium silicate.

Meski demikian, hingga kini pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber pasti pencemaran.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kesehatan warga dan kualitas lingkungan. DPRD dan DLH menegaskan akan mengambil langkah tegas jika terbukti terjadi pelanggaran, termasuk pemberian sanksi kepada pihak perusahaan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow