Setahun DPO Perampok Pegawai SPBU Gresik, Dapat Hadiah Timah Panas
“Tim Resmob bergerak menuju wilayah Madura dan melakukan hunting di sekitar Jalan Tanjung Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang,” ujar Ipda Asyraf mewakili Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, Senin (25/05/2026).
Gresik, (afederasi.com) – Pelarian panjang pelaku perampokan bersenjata api yang sempat meneror warga di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, akhirnya berakhir. Setelah buron selama berbulan-bulan, satu anggota komplotan perampok sadis yang menembak warga saat beraksi berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik di wilayah Kabupaten Sampang, Madura.
Pelaku berinisial F, warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di kawasan Jembatan Larangan, Jalan Raya Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo pada April 2025 lalu.
Kasus tersebut sempat menghebohkan masyarakat karena para pelaku tak segan menodongkan senjata api hingga melepaskan tembakan kepada warga yang berusaha menolong korban.
Penangkapan dilakukan Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan. Polisi bergerak ke wilayah Madura usai mengantongi informasi keberadaan para pelaku.
“Tim Resmob bergerak menuju wilayah Madura dan melakukan hunting di sekitar Jalan Tanjung Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang,” ujar Ipda Asyraf mewakili Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, Senin (25/05/2026).
Menurut AKP Arya, saat hendak diamankan, F disebut melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki pelaku.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone Oppo, helm Honda warna hitam, serta celana jeans biru yang dipakai saat menjalankan aksi perampokan.
Kini tersangka telah dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi perampokan bersenjata tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi awal, F mengaku beraksi bersama enam orang rekannya. Lima pelaku lainnya kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Tak hanya itu, F juga mengakui dirinya sebagai pelaku yang membawa sekaligus menembakkan senjata api saat kejadian berlangsung.
“Pada saat kejadian, tersangka membawa satu pucuk senjata api jenis revolver dan menembakkan ke korban hingga mengenai kaki kanan korban,” lanjut keterangan polisi.
Peristiwa perampokan itu sendiri terjadi pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 12.50 WIB.
Saat itu korban JR, admin SPBU Damarasih Krikilan, hendak menyetorkan uang operasional pembelian BBM ke Bank BRI KCP Karanglo, Driyorejo.
Korban berboncengan dengan rekan kerjanya menggunakan sepeda motor sambil membawa uang tunai sekitar Rp130 juta lebih. Namun ketika melintas di Jalan Raya Desa Krikilan, korban dipepet empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor matik.
Setibanya di kawasan Jembatan Larangan, pelaku merampas tas kresek berisi uang milik korban hingga korban terjatuh ke jalan raya.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan warga. Namun situasi berubah mencekam saat salah satu pelaku mengacungkan senjata api dan melepaskan tembakan.
Seorang warga berinisial ISK yang mencoba membantu korban justru terkena tembakan di kaki kanan. Setelah itu, para pelaku kabur membawa uang tunai sekitar Rp130 juta.
Akibat insiden tersebut, korban penembakan asal Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo itu sempat menjalani perawatan di RS Petrokimia Gresik.(frd)
What's Your Reaction?

