PDM Kota Malang Salurkan Hewan Kurban Dam Haji 2026

30 May 2026 - 09:04
PDM Kota Malang Salurkan Hewan Kurban Dam Haji 2026
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang melalui lembaga amilnya, LAZISMU, secara resmi menyelenggarakan pemotongan dan pendistribusian hewan Dam Haji Tahun 1447 H, Sabtu (30/5/2026).(Foto: Istimewa)

Malang, (afederasi.com) – Di tengah hiruk-pikuk jamaah haji yang tengah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci, geliat kepedulian sosial justru terasa hangat di Kota Malang. 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang melalui lembaga amilnya, LAZISMU, secara resmi menyelenggarakan pemotongan dan pendistribusian hewan Dam Haji Tahun 1447 H/2026 M, Sabtu (30/5/2026).

Berbeda dengan pelaksanaan kurban pada umumnya, kegiatan ini bersumber dari denda (dam) yang dititipkan oleh jamaah haji yang tergabung dalam KBIHU RSI Aisyiyah. Program strategis ini mengubah kewajiban fikih menjadi berkah ekonomi bagi masyarakat tidak mampu di Malang Raya.

Pelaksanaan penyembelihan berlangsung khidmat di Kompleks MIC MANIS (Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam) Kota Malang. Sebanyak belasan ekor kambing dan sapi yang memenuhi standar syariat Islam dan kriteria kesehatan hewan disembelih oleh petugas profesional.

Wakil Ketua PDM Kota Malang, Dr. dr. H. A. Andyk Asmoro, Sp.An-TI., FIPM., menjelaskan bahwa praktik ini merupakan implementasi amanah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

"Kami ingin menjembatani kesalehan ritual jamaah haji di Makkah dengan kesalehan sosial di kampung halaman. Darah dam yang tertumpah di sini adalah wujud nyata bahwa ibadah haji membawa rahmat bagi semesta," ujar Andyk saat ditemui di lokasi.

LAZISMU Kota Malang menerapkan standar operasional prosedur yang ketat dalam prosesi ini. Mulai dari pengadaan ternak, penyembelihan yang higienis, hingga pengemasan daging dilakukan dengan pengawasan ketat.

Daging segar hasil pemotongan langsung didistribusikan ke beberapa titik kritis di Kota Malang dan sekitarnya. Para penerima manfaat meliputi:

1. Keluarga prasejahtera di kantong-kantong kemiskinan.

2. Anak-anak berisiko stunting di daerah binaan.

3. Penghuni panti asuhan dan pondok pesantren binaan Muhammadiyah & 'Aisyiyah.

Para jamaah haji di Makkah pun tidak gelisah. Melalui sistem pelaporan digital real-time yang dikembangkan LAZISMU, mereka mendapatkan notifikasi dan dokumentasi penuh bahwa kewajiban dam mereka telah tertunaikan secara sah.

Kegiatan ini menyoroti sebuah fakta penting: Dam Haji tidak hanya tentang mengganti kesalahan karena meninggalkan wajib haji, tetapi bisa menjadi lokomotif pemberdayaan masyarakat.

"Daging ini sangat berarti. Kami jarang sekali makan daging segar seperti ini. Terima kasih kepada jamaah haji Malang yang tidak melupakan kami," ujar Siti Maimunah, salah satu warga penerima manfaat dari wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Ketua PDM Kota Malang dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa program ini akan terus menjadi agenda tahunan. Dengan adanya regulasi pemerintah yang mengizinkan pengelolaan dam di dalam negeri, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

"Semoga amal ibadah para jamaah haji kita menjadi haji mabrur, dan setiap tetes darah dam ini menjadi penebar kebahagiaan bagi sesama," tutup Andyk.

Hingga berita ini diturunkan, proses distribusi daging dam telah menjangkau lebih dari 500 kepala keluarga di bawah naungan PDM Kota Malang.(san)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow