Ketua DPRD Pacitan Minta Pajak Restoran, Hotel, dan Homestay Dioptimalkan

“Kalau kita lihat dari sisi PAD, yang perlu dipacu tentu pariwisata dan retail domestik, yaitu penertiban pajak-pajak di restoran, hotel, dan homestay itu masih lumayan kalau bisa ditertibkan,” kata Arif Setyo Budi, Jumat, (6/3/2026).

07 Mar 2026 - 05:43
Ketua DPRD Pacitan Minta Pajak Restoran, Hotel, dan Homestay Dioptimalkan
Ketua DPRD Pacitan Arif Setyo Budi memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat paripurna penyampaian LKPJ Bupati Pacitan Tahun Anggaran 2025, Jumat, 6 Maret 2026. (Foto: Feri )

Pacitan, (afederasi.com) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, Arif Setyo Budi, menilai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak restoran, hotel, dan homestay perlu dioptimalkan.

Hal itu diungkapkannya usai gelaran rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Nota Bupati tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Jumat, 6 Maret 2026 Kemarin.

“Kalau kita lihat dari sisi PAD, yang perlu dipacu tentu pariwisata dan retail domestik, yaitu penertiban pajak-pajak di restoran, hotel, dan homestay itu masih lumayan kalau bisa ditertibkan,” kata Arif Setyo Budi, Jumat, (6/3/2026).

Menurutnya ASB sapaannya, sektor pariwisata Pacitan yang terus berkembang seharusnya dapat diikuti dengan optimalisasi penerimaan pajak daerah dari berbagai usaha pendukung wisata. 

Arif menjelaskan bahwa peningkatan PAD menjadi hal penting karena kemampuan fiskal daerah masih terbatas, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pacitan karena keterbatasan anggaran.

Ia menyebut ketergantungan Pacitan terhadap transfer dana dari pemerintah pusat masih tinggi, sementara kapasitas PAD sendiri belum maksimal.

“Kalau kita menjadi kabupaten mandiri itu sangat berat. Kabupaten kota di seluruh Jawa Timur yang bisa mandiri hanya Kota Surabaya. Untuk kabupaten seperti Pacitan tentu sangat berat, apalagi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Selain optimalisasi pajak usaha wisata, DPRD juga mendorong adanya inovasi dalam pengembangan destinasi pariwisata di Pacitan. 

“Mungkin Pacitan perlu kreatif dan inovatif menambah spot-spot pariwisata yang bersifat spiritual. Karena di tengah modernisasi, banyak masyarakat yang mencari ketenangan,” jelasnya.

Kendati secara keseluruhan, ASB menilai sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang menunjukkan kinerja paling menonjol dalam pelaksanaan pembangunan daerah selama tahun 2025.

Arif menyebut pertumbuhan ekonomi Pacitan yang tercermin dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tidak lepas dari kontribusi sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi PDRB-nya, yang berhasil itu di sektor pertanian menurut saya ada peningkatan,” kata Arif Setyo Budi usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya merupakan hasil kerja pemerintah daerah semata, tetapi juga merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. 

Ia menilai kondisi geografis Pacitan yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan turut berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberhasilan itu tentu ada kinerja kolektif. Itu bukan hanya soal pemerintahan daerah saja, tetapi juga persoalan masyarakat itu sendiri melihat situasi dan kondisi geografis Pacitan yang sebagian besar bergerak di bidang pertanian dan perkebunan,” ujarnya.

Melalui evaluasi LKPJ 2025 tersebut, DPRD berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan dapat memaksimalkan potensi ekonomi daerah, sehingga kemampuan keuangan daerah semakin kuat dan pembangunan bisa berjalan lebih optimal.(feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow