Geopark Ijen Hadapi Revalidasi UNESCO, Gubernur Khofifah Minta Banyuwangi Siapkan Diri Raih Green Card

15 Apr 2026 - 10:33
Geopark Ijen Hadapi Revalidasi UNESCO, Gubernur Khofifah Minta Banyuwangi Siapkan Diri Raih Green Card
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi bahas Ijen.

Banyuwangi, (afederasi.com) - Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) pada tahun ini. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso bersiap menghadapi penilaian ulang dari UNESCO demi mempertahankan status Geopark Ijen dalam jaringan warisan geologi dunia tersebut.

Revalidasi menjadi tahapan penting untuk memperoleh status Green Card bagi Geopark Ijen. Proses ini merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun sekali, guna memastikan bahwa standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi akan menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dalam waktu dua tahun), atau Red Card (dicabut statusnya).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa dirinya bersama Bupati Bondowoso Abdul Hamid telah bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah untuk membahas kesiapan menghadapi revalidasi tersebut.

“Kemarin kami bersama Bupati Bondowoso bertemu langsung dengan Ibu Gubernur Jatim. Beliau berpesan agar menyiapkan dengan baik semua proses yang akan dijalani sebelum asesor dari UGG tinjau langsung ke Geopark Ijen,” kata Ipuk.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda Pemprov Jatim Mohammad Yasin dan Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspotondo. Ipuk melaporkan kepada Gubernur terkait progres persiapan yang telah dilakukan oleh Tim Kerja Geopark Ijen.

“Kami sudah melaporkan ke Gubernur progres persiapan yang sudah kita lakukan. Gubernur berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, status Green Card bukan sekadar label bergengsi. Status tersebut merupakan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat di sekitar kawasan Geopark Ijen. Dampak positifnya meliputi peningkatan kunjungan wisatawan, masuknya lebih banyak investasi, terbukanya peluang ekonomi yang lebih luas, serta yang terpenting adalah pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen itu sendiri.

“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk penuh optimisme.

Revalidasi tahun 2026 ini merupakan evaluasi pertama sejak penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan UNESCO Global Geopark pada tahun 2023 lalu. Sejak itu, berbagai persiapan telah dilakukan oleh pengelola.

Banyuwangi bersama Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM dan Pemprov Jawa Timur telah menggelar sejumlah agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan tahun ini. 

Agenda tersebut antara lain Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen, yang mencakup Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
Tim juga melakukan peninjauan ke sejumlah situs Geopark Ijen, di antaranya Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih, untuk melihat secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove. 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa Geopark Ijen tidak hanya mengedepankan aspek geologi, tetapi juga kesejahteraan warga sekitar.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian serius dalam pengelolaan Geopark Ijen. 

Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi yang edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, serta peningkatan keaktifan badan pengelola dalam menggelar event berskala nasional maupun internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke UNESCO via Bappenas,” kata Abdillah.

Dengan segala persiapan yang telah dan terus dilakukan, masyarakat Banyuwangi berharap Geopark Ijen mampu mempertahankan status Green Card. 

Status tersebut bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga jaminan keberlanjutan bagi alam, budaya, dan ekonomi masyarakat di kawasan gunung api unik yang membentang di dua kabupaten tersebut. (Ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow