Dukung Program MBG, BUMDes di Lamongan Sukses jadi Pemasok Telur ke Dapur SPPG
"Alhamdulillah, melalui program ketahanan pangan tematik ayam petelur ini, kami sudah menyuplai beberapa MBG. Saat ini ada dua dapur yang rutin mengambil stok ke kami setiap minggunya," ujar Azam saat meninjau lokasi kandang, Minggu (05/04/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Abadi Desa Laren, Kabupaten Lamongan, terus memperkuat sektor ekonomi desa. Melalui program Ketahanan Pangan Tematik Ayam Petelur, unit usaha ini kini menjadi tulang punggung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kemandirian desa dalam mengelola potensi pangan lokal. Minggu, (5/4/2026).
Sekretaris BUMDes Jaya Abadi, Muhammad Azam Ma’ruf Al-Aslam, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tematik ini telah membuahkan hasil nyata dengan adanya serapan pasar yang stabil.
"Alhamdulillah, melalui program ketahanan pangan tematik ayam petelur ini, kami sudah menyuplai beberapa MBG. Saat ini ada dua dapur yang rutin mengambil stok ke kami setiap minggunya," ujar Azam saat meninjau lokasi kandang, Minggu (05/04/2026) pagi.
Azam menambahkan, integrasi antara program ketahanan pangan desa dengan program nasional seperti MBG memberikan kepastian pasar bagi pengelola BUMDes.
"Setiap minggu rutin diambil tiga kali, kisarannya di angka 180 kilogram. Dengan adanya dapur MBG ini, kami tidak lagi bingung soal pemasaran telur karena setiap harinya selalu habis terserap," imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Peternakan BUMDes Jaya Abadi, Muhammad Rizki Dimas Aditya, memaparkan bahwa teknis pengelolaan kandang dilakukan secara intensif untuk menjaga produktivitas. Saat ini, kapasitas kandang mencapai 1.044 ekor ayam.
"Untuk produksi harian, saat ini rata-rata kami menghasilkan 55 sampai 60 kilogram telur per hari," jelas Rizki.
Meski produktivitas terus terjaga, Azam mengakui bahwa tingginya permintaan pasar dalam skema ketahanan pangan ini membuat stok seringkali tidak mencukupi kebutuhan seluruh warga dan dapur MBG. Hal ini memicu rencana pengembangan unit usaha di masa mendatang.
"Kalau dibilang cukup, sebenarnya masih kurang karena kebutuhan warga dan program MBG sangat tinggi, kadang belum bisa semua ter-cover. Bismillah, rencana tahun depan kami ingin melakukan perluasan agar kapasitas produksi bertambah dan ketahanan pangan desa semakin kuat," pungkas Azam.
Keberhasilan BUMDes Jaya Abadi dalam mengelola ketahanan pangan tematik ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Lamongan untuk menciptakan ekosistem pangan mandiri yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. (yan)
What's Your Reaction?



