Banjir Mulai Surut, Pemuda Bojoasri Lamongan Sikat Jalan Berlumut yang Membahayakan Warga
Aksi ini kami lakukan karena kondisi jalan sangat licin akibat ditumbuhi lumut setelah terendam banjir Bengawan Jero selama empat bulan lebih. Ini sangat membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas, sudah banyak yang terpeleset," ujar Wahyudin saat dikonfirmasi afederasi.com, Minggu (5/4/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Aksi simpatik ditunjukkan oleh sejumlah pemuda bersama organisasi bela diri Pagar Nusa di Dusun Waru, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Mereka bahu-membahu menyikat badan jalan yang sempat terendam banjir akibat luapan Bengawan Jero, Minggu (5/4/2026). Langkah ini diambil menyusul kondisi jalan yang sangat licin akibat tumbuhnya lumut tebal setelah terendam air selama lebih dari empat bulan.
Dengan peralatan seadanya, mulai dari sikat lantai hingga bambu, untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan lumut yang menempel di permukaan jalan. Sesekali para pemuda ini menyiramkan air untuk memastikan jalan kembali kesat dan aman dilalui kendaraan.
Wahyudin Arif, salah satu pemuda desa setempat, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul karena rasa prihatin melihat kondisi jalan yang membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
"Aksi ini kami lakukan karena kondisi jalan sangat licin akibat ditumbuhi lumut setelah terendam banjir Bengawan Jero selama empat bulan lebih. Ini sangat membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas, sudah banyak yang terpeleset," ujar Wahyudin saat dikonfirmasi afederasi.com, Minggu (5/4/2026) siang.
Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan bahwa aksi pembersihan ini dipilih seiring dengan mulai surutnya debit air yang menggenangi kawasan tersebut. Menurutnya, jika tidak segera dibersihkan saat air surut, lumut akan mengering dan semakin sulit dihilangkan, serta tetap menyisakan tekstur licin jika terkena gerimis.
"Karena air banjir sudah mulai surut, jadi ini waktu yang tepat untuk kerja bakti. Kami ingin memastikan akses jalan keluar masuk desa kembali aman untuk aktivitas sehari-hari tanpa rasa was-was akan terjatuh," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, wilayah Kecamatan Kalitengah merupakan salah satu daerah langganan banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo tersebut. Banjir yang terjadi kali ini termasuk yang cukup lama, sehingga memberikan dampak signifikan pada infrastruktur jalan desa.
Aksi gotong royong ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka berharap dengan bersihnya badan jalan dari lumut, angka kecelakaan tunggal akibat jalan licin di Desa Bojoasri dapat terhindarkan. (yan)
What's Your Reaction?



