Dekatkan Layanan di Pelosok Panggul, Sekda Trenggalek Pantau Langsung Program 'Mening Deh

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis daerah untuk menyentuh kebutuhan dasar warga secara langsung.

16 Mar 2026 - 14:37
Dekatkan Layanan di Pelosok Panggul, Sekda Trenggalek Pantau Langsung Program 'Mening Deh
Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto saat tinjau pelayanan Mening Deh (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen memangkas jarak pelayanan publik melalui program unggulan Makaryo Ning Desa Hebat (Mening Deh). Komitmen ini ditunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, saat meninjau langsung akses pelayanan masyarakat di sela kegiatan Safari Ramadhan 1447 H di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kamis (5/3/2026).

Berpusat di area Masjid Jami' Darussalam, kehadiran program "Mening Deh" ini menjadi angin segar bagi warga di wilayah pesisir selatan yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari pusat pemerintahan. Edy menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis daerah untuk menyentuh kebutuhan dasar warga secara langsung.

"Mening Deh ini adalah program strategis pemerintah daerah. Harapan kami, pelayanan menjadi lebih dekat dan masyarakat semakin mudah mengaksesnya," ujar Edy Soepriyanto di sela-sela peninjauan.

Berbagai gerai pelayanan tampak diserbu warga, mulai dari pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk), pemeriksaan kesehatan gratis, layanan sosial, hingga cek kesehatan hewan dan Samsat Keliling. Salah satu layanan yang paling diminati adalah posko pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Layanan BPJS ini menjadi krusial mengingat banyaknya warga yang status jaminan sosialnya dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Melalui program jemput bola ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor pusat untuk mengurus pengaktifan kembali kartu mereka.

"Kami mengajak warga Kertosono dan sekitarnya memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Jarak Panggul ke kantor pelayanan kita cukup jauh, jadi ini kesempatan emas," tutur Edy menekankan pentingnya efisiensi waktu bagi warga.

Selain memantau teknis pelayanan, Sekda Edy juga memanfaatkan momentum Safari Ramadhan ini untuk membangkitkan kembali semangat kolektif masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi antara pemerintah dan warga dianggap sebagai kunci pembangunan.

"Perlu adanya program yang tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi sebuah gerakan. Mari aktifkan lagi budaya gotong royong untuk Trenggalek yang lebih baik," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memastikan seluruh warga di wilayah pelosok tetap mendapatkan hak pelayanan publik yang setara, meski berada jauh dari pusat kota.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow