Cuaca Diprediksi Normal, Disperta Jombang Optimis Luas Tanam Tembakau 2026 Capai 6.500 Hektare
Jombang, (afederasi.com) – Memasuki pertengahan tahun 2026, para petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang, mulai bergerak aktif. Mereka tengah memasuki fase krusial persiapan lahan dan pembibitan untuk menyambut musim tanam yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei mendatang, dengan target luasan lahan yang optimistis di angka 6.500 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch Rony, mengapresiasi potensi tembakau di daerahnya. Namun, ia mengakui dalam tiga tahun terakhir terjadi fluktuasi luas tanam. Pada tahun 2025, luas tanam cenderung turun akibat fenomena kemarau basah.
"Tahun 2025, sekitar 1.000 hektare lahan beralih ke tanaman padi dan palawija. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini, sesuai perkiraan cuaca BMKG, kondisinya normal. Ini sangat mendukung pertumbuhan tembakau," terangnya kepada media, Jumat (08/05/2026).
Rony menambahkan, jika cuaca normal, luas tanam tembakau di Jombang bisa mencapai 6.000 hingga 6.500 hektare.
"Kami berharap musim tanam tembakau 2026 cuacanya normal dan luasan lahan bisa kembali normal," tambahnya.
Rony menegaskan, Dinas Pertanian selaku pembina komoditas tembakau terus mengawal sisi budidaya. Pihaknya berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Kabupaten Jombang memiliki dua varietas tembakau unggul yang telah dilepas, yakni Jinten Pakpie 1 dan Tembaku jenis Manilo.
"Kami berharap Jombang bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri untuk meningkatkan produksi," tegasnya.
Selain pendampingan teknis, pembenihan tembakau di Jombang juga didukung oleh alokasi dana cukai sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Dari dana cukai, kami mengalokasikan pupuk non subsidi, meski jumlahnya tidak terlalu banyak, setidaknya bisa membantu petani. Ada pupuk NPK, alat perajang tembakau, serta rumah jamuran untuk pengeringan dalam rangka meningkatkan produksi," pungkas Rony.
Wakil Ketua APTI Jombang, Tek Diwanto, menyatakan bahwa seluruh petani di lima kecamatan utara Brantas saat ini fokus pada dua kegiatan utama: menyiapkan lahan dan merawat bibit.
"Kalau sekarang kami masih persiapan. Semua lima kecamatan di utara Brantas seperti Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan sedang persiapan. Sambil menunggu tanah siap, kami menyiapkan bibitnya," terangnya.
Lima kecamatan sentra produksi tembakau di utara Brantas, yaitu Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan, kini menjadi pusat aktivitas persiapan. Para petani optimis target luas tanam tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya, didukung oleh prediksi cuaca normal yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. (san)
What's Your Reaction?



