Bukan Sekadar Tugas, Ini Kisah Empati Polisi Gresik di Balik Penghargaan
Jadilah anggota yang bisa merasa, bukan merasa bisa. Layani masyarakat dengan hati,” pesannya, sederhana namun sarat makna.
Gresik, (afederasi.com) – Di balik seragam dan tugas berat, ada kepedulian dan keberanian yang bekerja dalam diam. Itulah yang tergambar saat Polres Gresik memberikan penghargaan kepada 13 personelnya dan satu warga sipil yang dinilai menghadirkan rasa aman sekaligus harapan bagi masyarakat.
Di pagi itu, suasana halaman Mapolres Gresik terasa berbeda. Di bawah langit cerah, satu per satu nama dipanggil. Bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras, keberanian, dan kepedulian yang telah mereka tunjukkan di lapangan.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung upacara tersebut. Di hadapan jajaran anggota, ia menyerahkan piagam kepada mereka yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan, namun memberi dampak nyata.
Di antara penerima penghargaan, ada personel yang berjibaku membongkar jaringan narkotika, mengungkap peredaran sabu seberat 47,056 gram, sebuah langkah kecil yang berarti besar dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Ada pula anggota yang sigap membantu pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran. Di tengah lelahnya tugas dan padatnya lalu lintas, mereka hadir bukan hanya sebagai pengatur jalan, tetapi juga penolong bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kisah lain datang dari perairan Pelabuhan Maspion. Seorang personel dengan sigap mengevakuasi korban tenggelam—sebuah momen yang menuntut keberanian sekaligus empati di tengah situasi genting.
Tak hanya itu, prestasi juga lahir dari balik meja kerja. Ada yang mengukir capaian di bidang keuangan negara, ada pula yang membawa nama institusi lewat prestasi olahraga. Semua menjadi bukti bahwa pengabdian bisa hadir dalam berbagai bentuk.
Menariknya, penghargaan tidak hanya diberikan kepada anggota Polri. Seorang warga sipil turut diapresiasi karena perannya membantu tugas kepolisian selama Operasi Ketupat Semeru 2026. Sebuah pengingat bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Dalam amanatnya, AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi tulus.
“Jadilah anggota yang bisa merasa, bukan merasa bisa. Layani masyarakat dengan hati,” pesannya, sederhana namun sarat makna.
AKBP Ramadhan juga menegaskan bahwa di balik penghargaan, disiplin tetap menjadi fondasi utama. Apresiasi dan sanksi harus berjalan beriringan demi menjaga marwah institusi.
Upacara ditutup dengan suasana hangat. Ucapan selamat, jabat tangan, dan senyum kebanggaan menjadi penutup yang sederhana namun bermakna.
Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi cermin bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada nilai kemanusiaan yang terus dijaga guna menguatkan sinergi antara polisi dan masyarakat dalam merawat Gresik yang aman dan kondusif melalui semangat “Jogo Gresik”.(frd)
What's Your Reaction?



