Buka Musda Dekopinda, Bupati Gatut Sunu Tegaskan Koperasi Harus Adaptif dan Solid

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung digelar, menandai babak baru sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah.

25 Jan 2026 - 09:17
Buka Musda Dekopinda, Bupati Gatut Sunu Tegaskan Koperasi Harus Adaptif dan Solid
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Minggu pagi, (25/01/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung digelar di jantung pemerintahan daerah tersebut, menandai babak baru sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, hadir langsung untuk membuka perhelatan yang menjadi kompas arah baru ekonomi kerakyatan di wilayahnya. Kehadiran para tokoh penting, mulai dari Ketua Dekopinda Jawa Timur Slamet Sutanto hingga jajaran Forkopimda, mempertegas betapa strategisnya posisi koperasi dalam pembangunan daerah ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus periode sebelumnya, sembari menitipkan harapan besar bagi nahkoda baru yang akan terpilih. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan koperasi saat ini terletak pada kekompakan dan keterbukaan terhadap perubahan.

“Untuk pengurus baru, saya berpesan agar bisa membangun sinergi dengan seluruh jajaran pemerintah. Kita harus solid, satu barisan, dan selalu bekerja sama agar cita-cita pembangunan bisa terwujud,” tegas Gatut Sunu di hadapan para peserta Musda.

Lebih lanjut, Bupati Gatut juga menyoroti bahwa penguatan koperasi tidak boleh hanya menyentuh aspek administratif atau kelembagaan semata. Baginya, investasi terbesar ada pada kualitas manusianya. Ia mendorong adanya program pelatihan berkelanjutan bagi para pengelola agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Pengembangan anggota jangan lupa. Berikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengelola, sehingga koperasi di Tulungagung bisa semakin maju,” imbuhnya.

Senada dengan semangat tersebut, Ketua Dekopinda Jawa Timur, Slamet Sutanto, mengingatkan bahwa tantangan di tahun 2026 tidak lagi sederhana. Ia menuntut para pemimpin koperasi untuk meninggalkan gaya konvensional dan mulai merangkul efisiensi teknologi.

"Ke depan, pemimpin Dekopinda harus berbasis digitalisasi. Mampu menangkap teknologi dan informasi, jangan cengeng, dan jangan hanya mengedepankan egosentris,” ujar Slamet dengan nada lugas.

Di sisi lain, Ketua Dekopinda Tulungagung masa jabatan sebelumnya, Nyadin, memaknai pelaksanaan Musda di Pendopo Kabupaten sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan para pelaku ekonomi arus bawah. Selama masa kepemimpinannya, ia mengaku telah berjuang keras melakukan fungsi edukasi hingga advokasi demi menjaga marwah koperasi.

Nyadin menceritakan salah satu momen heroik saat jajarannya harus bertolak ke Jakarta untuk mengawal regulasi di DPR RI yang dinilai bisa menghimpit ruang gerak koperasi. Upaya tersebut membuahkan hasil, memastikan koperasi tetap menjadi entitas yang mandiri.

“Mengawal gerakan koperasi agar tetap aman dan nyaman merupakan tugas penting Dekopinda,” kata Nyadin.

Menutup laporannya, Nyadin menitipkan asa kepada 1.400 lebih koperasi yang kini tumbuh di Tulungagung. Ia berharap estafet kepemimpinan ini akan melahirkan inovasi yang lebih segar bagi kemajuan organisasi.

“Dengan jumlah anggota koperasi lebih dari 1.400, semoga kepemimpinan berikutnya bisa membawa Dekopinda Tulungagung semakin maju,” pungkasnya.(dn)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow