BPBD Tulungagung Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dengan 50 Tandon Air

05 Jan 2026 - 09:30
BPBD Tulungagung Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dengan 50 Tandon Air
Sebanyak 50 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur (ist)

Tulungagung (afederasi.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan puluhan tandon air yang akan didistribusikan ke wilayah-wilayah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 50 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter. Tandon-tandon tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur yang diperuntukkan bagi Kabupaten Tulungagung.

“Total ada 50 tandon air, masing-masing berkapasitas 1.200 liter. Bantuan ini kami terima dari BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” ujar Sudarmaji, Senin (5/1/2026).

Saat ini, puluhan tandon air tersebut masih disimpan di area perkantoran eks Belga Tulungagung. Distribusi belum dilakukan lantaran kondisi cuaca masih memasuki musim hujan, sehingga kebutuhan air bersih di wilayah rawan kekeringan belum mendesak.

“Karena saat ini masih musim hujan, tandon-tandon tersebut belum kami salurkan. Nantinya, ketika sudah memasuki musim kemarau, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan,” jelasnya.

Sudarmaji menerangkan, skema pemanfaatan tandon air dilakukan dengan menempatkannya langsung di dusun atau wilayah yang mengalami krisis air bersih. BPBD Tulungagung akan menyuplai air menggunakan mobil tangki, sementara masyarakat dapat mengambil air dari tandon tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jika satu dusun mengalami kekeringan, tandon akan kami tempatkan di lokasi tersebut. Airnya akan kami suplai secara berkala, sehingga warga bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD Tulungagung masih melakukan pendataan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan titik penempatan tandon serta jadwal pendistribusian air bersih saat musim kemarau tiba.

“Kami masih melakukan pendataan. Ketika musim kemarau benar-benar datang dan ada wilayah yang terdampak, barulah kami lakukan suplai air bersih menggunakan mobil tangki,” tambahnya.

Selain tandon air, BPBD Tulungagung juga menerima bantuan logistik lainnya berupa tenda dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum didistribusikan karena belum ada kebutuhan yang bersifat mendesak.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, BPBD Tulungagung berharap dampak kekeringan dapat ditekan sejak dini dan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah rawan tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Untuk bantuan tenda juga sudah kami terima, namun sementara masih kami simpan karena belum ada kebutuhan mendesak,” pungkas Sudarmaji.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow