Periksa Lebih dari 15 Saksi, Polisi Dalami Motif Sengketa Harta dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Demung

05 Jan 2026 - 09:52
Periksa Lebih dari 15 Saksi, Polisi Dalami Motif Sengketa Harta dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Demung
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo (afederasi.com) – Satreskrim Polres Situbondo terus mendalami kasus dugaan pembunuhan satu keluarga yang menggegerkan warga Desa Demung, Kecamatan Besuki. Hingga kini, polisi telah memeriksa lebih dari 15 orang saksi dan mengantongi dugaan awal bahwa motif pembunuhan berkaitan dengan sengketa harta kekayaan.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya perbedaan luka pada masing-masing korban. Luka-luka tersebut mengindikasikan adanya kekerasan serius yang dialami para korban sebelum meninggal dunia.

“Setiap korban mengalami luka yang berbeda. Mohammad Hasyim (58) mengalami luka sayat cukup dalam dan lebar pada bagian leher. Suningsih (38) juga mengalami luka sayat di leher serta luka pada lengan yang diduga akibat upaya menangkis serangan. Sementara putrinya, Umi Rahmania (18), mengalami luka tusuk pada leher, bukan luka sayatan,” jelas AKP Agung, Senin (5/1/2026).

AKP Agung menegaskan, pengungkapan kasus pembunuhan tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan serangkaian proses penyelidikan yang mendalam, salah satunya melalui pemeriksaan saksi-saksi dari berbagai latar belakang.

“Saksi yang sudah kami periksa lebih dari 15 orang, terdiri dari pihak keluarga, tetangga, hingga teman dekat para korban. Ke depan, jumlah saksi ini masih sangat mungkin bertambah demi mengungkap kasus secara terang benderang,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah minimnya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, kamera pengawas yang ada diketahui tidak aktif pada saat peristiwa pembunuhan terjadi. Selain itu, beberapa pihak juga masih enggan memberikan keterangan kepada penyidik.

“Kami mengalami keterbatasan bukti visual karena CCTV lingkungan sangat minim dan ada yang tidak berfungsi saat kejadian. Di samping itu, masih ada warga yang belum bersedia dimintai keterangan,” ungkapnya.

AKP Agung pun mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau bukti terkait kasus tersebut agar tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap masyarakat yang memiliki petunjuk, sekecil apa pun, segera menyampaikannya kepada polisi. Tidak perlu takut. Semakin banyak informasi yang kami terima, semakin cepat pula kasus dugaan pembunuhan ini dapat terungkap,” pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow