Kisah Pilu Misriya dan Euforia Piagam Wisata Warisan Purba

Di tengah Euforia status UGG yang diterima Bondowoso, ada kisah pilu Misriya yang tinggal di bawah batu selayaknya manusia purba tersisa di era modern.

10 Sep 2023 - 16:26
Kisah Pilu Misriya dan Euforia Piagam Wisata Warisan Purba
Bupati KH Salwa Arifin dan Kepala Disparbudpora Bondowoso Mulyadi menerima piagam UGG, serta kondisi Misriya. (Kolase Deni Ahmad  Wijaya/Afederasi.com)

Bondowoso, (Afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso resmi menerima piagam wisata dari UNESCO di Maroko, Minggu (10/9/2023).

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin terbang ke Maroko bersama Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi.

Piagam penghargaan itu atas lestarinya objek wisata alam natural warisan zaman purba.

Bondowoso pun dicap layak menyandang status tersebut oleh dunia Internasional.

Dengan diakuinya UGG Ijen Geopark, maka sektor wisata di Bondowoso bakal dibantu promosi oleh puluhan negara.

Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir dalam sebuah acara bincang bersama para jurnalis, Jumat (8/9/2023) malam di Warung Shaf, sempat menyoroti piagam UGG.

"UGG ini adalah warisan dari zaman purba. Munculnya gunung ijen dan wisata alam di Bondowoso lainnya secara natural," katanya.

Justru kata Ahmad Dhafir, tugas Pemkab Bondowoso bagaimana menyediakan fasilitas pendukung untuk penyerapan tenaga kerja di sektor wisata.

"Apa iya piagam cukup dipajang atau dikirab? Yang diharapkan adalah bagaimana nanti ada kebijakan nyata untuk mendongkrak perekonomian warga dari sektor pariwisata," harap Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso tersebut.

Di tengah Euforia Bondowoso menyandang status UGG, ada kisah pilu yang mewarnainya dari sosok Misriya.

Kondisi perempuan 47 tahun asal Dusun Sumbercanting, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso ini cukup memprihatinkan.

Misriya selama bertahun-tahun tinggal di bawah batu besar di pinggir sungai dusun setempat, selayaknya 'manusia purba' tersisa di era modern.

Founder Komunitas Seduluran Tanpa Memandang Jabatan (STMJ)  Zainul Imam sempat mengunjungi Misriya.

"Kondisinya memprihatinkan. Beliau pernah berkeluarga dan telah mempunyai anak, tapi tinggal sendiri di bawah batu," terangnya dikonfirmasi via sambungan telepon, Minggu (10/9/2023).

Komunitas STMJ memberikan sejumlah bantuan seperti baju dan sembako ke Misriya.

"Sedikit berbagi bantuan. Karena hidup itu saling bergantung pada orang lain, apapun profesinya," tegas perwira dengan 3 balok di pundak ini.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah juga ikut bersuara.

Ia menjelaskan jika tim Dinsos P3AKB Bondowoso sudah berada di lokasi Misriya pada Minggu (10/9/2023).

"Sejak pagi tim berangkat ke sana, melakukan assesment dan sampai sekarang masih di sana, belum pulang," ungkap Anis.

Ia menyebut, Misriya hidup sendiri walaupun telah memiliki saudara dan ibu kandung.

"Untuk kebutuhan makan, sehari-hari dikirim oleh ibu kandungnya," tuturnya.

Anis menambahkan, pihaknya berencana mengevakuasi Misriya ke UPT lansia hari ini.

"Jika berkenan, kita akan periksakan beliau di Poli Jiwa dan kami akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk pembuatan KK dan KTP nya," ulasnya.

Mengenai penyebab Misriya tinggal di bawah batu bertahun-tahun dan tak tersentuh bantuan apapun, Anis belum bisa berbicara banyak.

"Assesment masih berjalan. Hasil lengkapnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," terang Anis.

Kisah pilu Misriya adalah secuil warna. Terpercik di tengah pengakuan Unesco yang disambut euforia. (den)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow