Bertajuk Bin Raja Kamulyan, Ketua DPRD Pacitan Doakan Masyarakat Mendapatkan Kemuliaan

18 Feb 2026 - 13:12
Bertajuk Bin Raja Kamulyan, Ketua DPRD Pacitan Doakan Masyarakat Mendapatkan Kemuliaan
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi. (Feri Irawan/afederasi.com) 

Pacitan, (afederasi.com) - Memasuki usia ke-281 tahun, Kabupaten Pacitan kembali merayakan hari jadinya dengan mengusung tema “Bin Raja Kamulyan”. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen daerah untuk meneguhkan komitmen membangun Pacitan yang lebih bermartabat dan sejahtera.

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan. Ia berharap semangat “Bin Raja Kamulyan” tidak sekadar menjadi slogan seremonial, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Selamat Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan. Dengan semangat ‘Bin Raja Kamulyan’, semoga masyarakat Pacitan mendapatkan kemuliaan,” ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Menurut dia, kemuliaan yang dimaksud bukan hanya dalam arti simbolik, melainkan tercermin pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Mulai dari akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang merata, hingga pertumbuhan ekonomi yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Arif juga menyampaikan harapan agar seluruh “sedulor Pacitan” senantiasa diberi keselamatan dan kebahagiaan. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Semoga sedulor Pacitan terus diberikan keselamatan serta hidup bahagia dan sejahtera,” katanya.

Peringatan hari jadi, lanjut Arif, harus menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama ini.

Ia menilai, tantangan ke depan tidaklah ringan. Dinamika ekonomi global, perubahan iklim, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci.

Dalam usia yang hampir tiga abad, Pacitan diharapkan mampu terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Semangat “Bin Raja Kamulyan” diharapkan menjadi pengikat sekaligus penggerak bagi seluruh warga untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan mempercepat pembangunan.

Di tengah berbagai tantangan, optimisme tetap menyala. Dengan kebersamaan dan kerja keras, Pacitan diyakini mampu melangkah lebih jauh-menjadi daerah yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang rukun, selamat, dan sejahtera.(Feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow