Tanah Abang Sepi, LaNyalla: Segera Mitigasi, Perubahan Pola Belanja atau Penurunan Daya Beli

Pasar Tanah Abang, yang dikenal sebagai pusat perkulakan terbesar di ibukota, sedang menghadapi sepekan sepi tanpa aktivitas perdagangan yang mencolok.

18 Sep 2023 - 11:05
Tanah Abang Sepi, LaNyalla: Segera Mitigasi, Perubahan Pola Belanja atau Penurunan Daya Beli
Tanah Abang Sepi, LaNyalla: Segera Mitigasi, Perubahan Pola Belanja atau Penurunan Daya Beli

Jakarta, (afederasi.com) - Pasar Tanah Abang, yang dikenal sebagai pusat perkulakan terbesar di ibukota, sedang menghadapi sepekan sepi tanpa aktivitas perdagangan yang mencolok. Keadaan ini menjadi perhatian utama Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Perlu dicermati bahwa barang-barang dari Tanah Abang tersebar ke seluruh penjuru tanah air, sehingga situasi ini memunculkan keprihatinan.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyoroti fenomena sepi yang melanda Pasar Tanah Abang dalam sepekan terakhir. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi yang tepat berdasarkan informasi akurat dan berbasis data. Sepinya pasar ini dapat disebabkan oleh perubahan pola belanja masyarakat atau penurunan daya beli masyarakat, yang perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan selanjutnya.

Mantan Ketua KADIN Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengevaluasi potensi dampak perubahan pola belanja dari transaksi langsung ke transaksi online terhadap Pasar Tanah Abang. Beberapa pedagang di pasar tersebut telah mencoba menyesuaikan dengan tren online, bahkan menyediakan toko online langsung. Namun, penjualan tetap menurun. Dugaannya adalah bahwa penurunan daya beli masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, mungkin menjadi penyebab utama.

Menurut AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, penurunan daya beli masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah penambahan pengangguran, inflasi harga, dan kemunculan kemiskinan baru. Kelompok rentan yang awalnya berada di ambang kemiskinan menjadi miskin akibat peristiwa tak terduga seperti PHK atau sakit. Pemerintah diingatkan untuk lebih peka terhadap munculnya kelompok miskin baru yang belum terdata sebelumnya.

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa pentingnya sistem ekonomi yang adil dan berkeadilan. Ketimpangan sosial, indeks gini, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan faktor lain yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Menegakkan keadilan sosial adalah fondasi utama untuk mewujudkan kemakmuran. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian serius untuk memastikan keadilan sosial dalam sistem ekonomi negara. (jae) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow