Bakesbangpol Madiun dan BIN Perkuat Benteng Ideologi Pelajar SMKN 1 Geger dari Jerat Radikalisme
"Kami mendukung program ini sebagai upaya prioritas dalam melindungi pola pikir siswa dari gempuran informasi digital yang menyesatkan," tegas Asisten Waka Kesiswaan SMKN 1 Geger, Udin Sasmito, S.Pd.I.
Madiun, (afederasi.com) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun bersama Badan Intelijen Negara (BIN) Binda Jawa Timur menggelar kegiatan "Fasilitasi Pencegahan Paham Radikalisme" di SMKN 1 Geger, Kamis (16/4/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat terhadap ancaman infiltrasi paham ekstrem yang kian masif menyasar generasi muda melalui ruang digital.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar dan tenaga pendidik secara antusias. Mereka tampak aktif berinteraksi dalam sesi dialog, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga integritas diri dan bangsa.
Mewakili pihak sekolah, Asisten Waka Kesiswaan SMKN 1 Geger, Udin Sasmito, S.Pd.I, menyatakan dukungan penuhnya atas inisiatif ini.
"Kami mendukung program ini sebagai upaya prioritas dalam melindungi pola pikir siswa dari gempuran informasi digital yang menyesatkan," tegasnya.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan, melalui Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Fajar Syahrudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.
"Hasil Rakor Provinsi menetapkan status darurat radikalisme pada usia 10-17 tahun. Ada 'tiga virus' ekstrem yang mengancam: kiri, kanan, dan religi. Kita harus memutus rantai penyebarannya di lingkungan pendidikan melalui kewaspadaan kolektif," ujar Fajar saat memberikan sambutan.
Dalam sesi pemaparan, eks-napiter Erfin Wibowo memberikan testimoni mendalam mengenai bahaya manipulasi pikiran.
"Proses radikalisme itu seperti mengubah manusia menjadi robot yang kehilangan nalar kritis karena hanya diwajibkan patuh pada perintah. Jangan biarkan siapa pun mengambil kendali atas pikiran kalian. Tetaplah menjadi manusia merdeka yang berpikir kritis, bukan robot yang hanya mengekor," pesan Erfin di hadapan para pelajar.
Senada dengan hal tersebut, Kaposda BIN Kabupaten Madiun, Andri Setyawan, menekankan pentingnya strategi pertahanan baru di era siber guna menangkal propaganda anonim.
"Pertahanan telah bergeser dari fisik ke digital guna melindungi pola pikir. Lakukan langkah preventif dengan teknik 'Tabayyun Digital'; menahan diri untuk tidak asal sebar (share), serta selalu memverifikasi sumber informasi kepada media resmi, guru, atau orang tua," jelas Andri.
Kegiatan di SMKN 1 Geger ini merupakan pembuka dari rangkaian edukasi maraton yang akan dilaksanakan di sejumlah sekolah dan pondok pesantren strategis di wilayah Kabupaten Madiun guna menjaga stabilitas dan keutuhan NKRI. (adv/hen)
What's Your Reaction?



