EDUTRUST Diluncurkan di Gresik, Kinerja Sekolah Kini Bisa Dipantau Real-Time
"Melalui EDUTRUST, setiap proses dan kinerja sekolah dapat dipantau secara sistematis. Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun sistem yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Gresik, (afederasi.com) – Transformasi digital di sektor pendidikan Gresik kian nyata. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik resmi memperkenalkan EDUTRUST, sebuah platform digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja sekolah secara menyeluruh.
Peluncuran yang berlangsung di SMA Negeri 1 Manyar, pada Jum'at (24/04/26), menandai langkah baru dalam pengelolaan pendidikan berbasis data. EDUTRUST mengintegrasikan berbagai pihak dalam satu sistem, mulai dari Cabdin, pengawas, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, hingga mitra industri.
Kepala Cabdin Gresik, Eko Agus Suwandi, menjelaskan bahwa kehadiran platform ini menjadi upaya konkret menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih terbuka dan terukur.
“Melalui EDUTRUST, setiap proses dan kinerja sekolah dapat dipantau secara sistematis. Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun sistem yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Salah satu fitur utama dalam platform ini adalah Trust Index, yang berfungsi sebagai indikator penilaian kinerja sekolah. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek penting, seperti transparansi layanan, kecepatan respons, kualitas tata kelola, hingga tingkat kolaborasi.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi sekolah tidak lagi bergantung pada laporan administratif semata, tetapi juga berbasis data aktual yang dapat diakses secara lebih luas.
Selain itu, EDUTRUST dilengkapi dengan sistem pemantauan kinerja berbasis indikator, deteksi dini potensi anak putus sekolah, serta penerapan standar layanan melalui Service Level Agreement (SLA).
Sistem ini membantu memastikan setiap layanan berjalan sesuai waktu dan standar yang telah ditetapkan.
Platform ini juga membuka ruang komunikasi dua arah. Siswa dan orang tua dapat menyampaikan aspirasi maupun pengaduan melalui kanal yang tersedia, sehingga interaksi dengan pihak sekolah menjadi lebih efektif dan responsif.
Tak hanya itu, keterlibatan dunia industri turut diperkuat melalui kemudahan akses kerja sama, termasuk program magang dan pengembangan pendidikan vokasi.
Hal ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan proses pembelajaran di sekolah.
Dengan sistem berbasis peran (multi-role), setiap pihak memiliki tanggung jawab aktif dalam ekosistem pendidikan. Seluruh aktivitas tercatat secara digital, sehingga meminimalkan potensi ketidaksesuaian data maupun keterlambatan layanan.
Eko menambahkan, digitalisasi ini juga menjadi bagian dari upaya penyederhanaan birokrasi, khususnya melalui sistem pelaporan dan ticketing yang terintegrasi.
“Harapannya, pendidikan di Gresik tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga semakin dipercaya oleh masyarakat karena sistemnya yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Kehadiran EDUTRUST menjadi langkah strategis menuju sistem pendidikan yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pemangku kepentingan.(frd)
What's Your Reaction?

