Kodim Lamongan Gembleng 71 Siswa Sekolah Rakyat Selama Empat Hari

Kodim menerima siswa sejumlah 71 orang yang selama empat hari ke depan akan dididik. Pertama untuk mental juangnya, jiwa patriotnya, kedisiplinannya, hingga fisik. Harapannya mereka bisa menjadi generasi muda yang bertanggung jawab mengemban pemerintahan nantinya," ujar Dandim, Selasa (28/4/2026) siang.

29 Apr 2026 - 05:59
Kodim Lamongan Gembleng 71 Siswa Sekolah Rakyat Selama Empat Hari
71 Siswa Sekolah Rakyat (SR) Lamongan Mengikuti Latihan Baris-berbaris di bawah Arahan Instruktur Kodim 0812 Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Sebanyak 71 siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lamongan menjalani pelatihan penguatan karakter dan mental di Markas Kodim 0812 Lamongan. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang disiplin, berjiwa patriot, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional yang diinisiasi oleh pemerintah. Para siswa yang setara dengan jenjang SMA/SMK ini dididik untuk memiliki mental juang yang tangguh.

"Kodim menerima siswa sejumlah 71 orang yang selama empat hari ke depan akan dididik. Pertama untuk mental juangnya, jiwa patriotnya, kedisiplinannya, hingga fisik. Harapannya mereka bisa menjadi generasi muda yang bertanggung jawab mengemban pemerintahan nantinya," ujar Dandim, Selasa (28/4/2026) siang.

Pihaknya juga membuka pintu bagi para siswa Sekolah Rakyat yang memiliki cita-cita menjadi prajurit. Kodim 0812 berkomitmen untuk memberikan arahan dan bimbingan khusus bagi mereka yang berminat masuk dunia militer.

"Ke depan kita akan kembangkan lagi. Bagi siswa SR yang punya cita-cita mengarah ke TNI, akan kita bimbing penyiapan fisiknya, akademik, hingga kesehatan sehingga mereka bisa meraih cita-cita sebagai prajurit," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan, Anis Al Aminatof Wardaniasari, menjelaskan bahwa pelatihan di Kodim merupakan bagian dari sistem pendidikan berasrama yang mereka terapkan. Menurutnya, siswa tidak hanya dilatih fisik, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.

Di sisi lain, para tenaga pendidik juga mendapatkan in-house training agar dapat melanjutkan pola kedisiplinan tersebut saat siswa kembali ke lingkungan sekolah.

"Di SRMA 25 Lamongan, anak-anak disebut dengan Taruna, sementara guru dan tenaga kependidikan disebut Perwira sebagai supervisor. Kami ingin tata tertib dan kesamaptaan yang diajarkan di Kodim tetap berlanjut di sekolah," kata Anis.

Menyinggung masa depan lulusan, Anis menegaskan bahwa sesuai arahan Kementerian Sosial, sekolah harus memastikan adanya hilirisasi yang jelas. Siswa Sekolah Rakyat disiapkan untuk tiga jalur utama, yakni melanjutkan pendidikan, berwirausaha, atau langsung bekerja.

Untuk menunjang hal tersebut, sekolah telah menyiapkan program "Sabtu Keterampilan" yang fokus pada kearifan lokal seperti pengolahan makanan tradisional soto dan wingko, serta menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lamongan.

"Arahan dari Kementerian Sosial, anak-anak ini harus ada hilirisasi. Keluar dari Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur. Kami sudah menjalin MOU dengan BLK dan Disnaker agar mereka memiliki kompetensi dan siap bekerja," pungkasnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Lamongan sedang mempersiapkan pembangunan gedung permanen yang direncanakan mulai berjalan pada Oktober mendatang dan ditargetkan selesai pada Juli 2027. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow