2.758 Jemaah Lamongan Resmi Dilepas ke Asrama Haji Surabaya
Kebijakan kuota saat ini berubah berdasarkan jumlah waiting list. Jawa Timur waiting list-nya itu lebih banyak, bahkan terbanyak seluruh Indonesia," ujar Abdul Ghofur saat ditemui di sela-sela prosesi keberangkatan.
Lamongan, (afederasi.com) – Ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan resmi memulai perjalanannya menuju Tanah Suci. Sebanyak 2.758 jemaah diberangkatkan secara bertahap, diawali oleh kloter 30 dan 31 yang dilepas menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (29/4/2026).
Pemberangkatan tahun ini mencatatkan sejarah baru bagi Kabupaten Lamongan. Pasalnya, terdapat penambahan kuota yang sangat signifikan, yakni hampir 1.000 jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah jemaah ini merupakan dampak positif dari implementasi regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Haji Nomor 14 Tahun 2025.
Dalam aturan anyar tersebut, pembagian kuota nasional kini diprioritaskan berdasarkan panjangnya daftar tunggu (waiting list) di masing-masing daerah.
"Kebijakan kuota saat ini berubah berdasarkan jumlah waiting list. Jawa Timur waiting list-nya itu lebih banyak, bahkan terbanyak seluruh Indonesia," ujar Abdul Ghofur saat ditemui di sela-sela prosesi keberangkatan.
Ghofur merinci, dari total kuota nasional sebanyak 221.000 jemaah, Jawa Timur mendapatkan tambahan porsi hingga 7.000 orang. Lamongan, sebagai salah satu daerah dengan peminat haji tertinggi, mendapatkan dampak besar dari kebijakan tersebut.
"Lamongan terdampak, karena jumlah daftar tunggu Lamongan ini juga banyak, ada penambahan tahun ini jemaah haji Lamongan hampir 1.000 (orang)," tambahnya.
Berdasarkan data Kemenhaj Lamongan, kloter 30 merupakan kloter gabungan dengan jemaah asal Kabupaten Tuban. Sementara itu, kloter 31 merupakan satu kloter penuh yang diisi oleh 376 jemaah asal Lamongan. Pada tahap awal ini, total terdapat 777 jemaah yang bertolak, disusul gelombang berikutnya pada siang dan malam hari.
Mengingat panjangnya masa tunggu keberangkatan yang rata-rata mencapai 14 tahun, Ghofur mengingatkan para jemaah untuk benar-benar menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci.
"Tetap karena haji itu ibadah fisik, kami memohon mudah-mudahan seluruh jemaah haji tetap menjaga kesehatan, terutama kita bersiap sehat fisik dan juga mental. Ilmu-ilmu haji juga harus dipahami betul karena haji menunggunya lama," pungkas Ghofur. (yan)
What's Your Reaction?

