Gerobak Singkong Keju di Lamongan Terbakar, Penjual Panggil Damkar
Sebuah gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang sehari-hari digunakan untuk berjualan singkong keju di kawasan Pasar Agrobis, Kelurahan Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, hangus terbakar pada Jumat (19/6/2026) sore. Insiden kebakaran yang menimpa tempat usaha milik Sutrisno (36) tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya kebocoran pada tabung LPG.
Lamongan, (afederasi.com) – Sebuah gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang sehari-hari digunakan untuk berjualan singkong keju di kawasan Pasar Agrobis, Kelurahan Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, hangus terbakar pada Jumat (19/6/2026) sore. Insiden kebakaran yang menimpa tempat usaha milik Sutrisno (36) tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya kebocoran pada tabung LPG.
Peristiwa ini bermula ketika api tiba-kira membesar dari bagian bawah rombong berukuran 2x1 meter tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Mengetahui lapak jualan milik warga Desa Kebalanpelang ini terbakar, warga setempat langsung bergegas melaporkannya ke pos pemadam kebakaran terdekat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Lamongan, Achmad Edwyn Anedi, membenarkan adanya laporan kebakaran yang masuk dari masyarakat. Pihaknya langsung menerjunkan tim rescue beserta satu unit mobil pemadam dari Korwil Babat ke lokasi kejadian.
"Laporan kami terima dari masyarakat pada pukul 15.00 WIB. Petugas piket bergerak cepat dan langsung memberangkatkan satu unit mobil pemadam dari Korwil Babat hanya dalam waktu tiga menit setelahnya. Armada tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 15.05 WIB," kata Kasatpol PP Lamongan, Achmad Edwyn Anedi saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026) siang.
Setibanya di lokasi, enam personel Damkar Korwil Babat langsung berjibaku melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke area pasar lainnya. Menggunakan peralatan pemadam, petugas dengan cepat mengendalikan situasi di lapangan.
"Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 15.15 WIB. Setelah itu, personel langsung melanjutkan dengan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada sisa bara api atau material yang berpotensi memicu penyalaan ulang. Area dinyatakan benar-benar kondusif pada pukul 15.20 WIB," jelas Edwyn menambahkan.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, kerugian materiil akibat hangusnya rombong singkong keju tersebut ditaksir mencapai Rp 2.000.000, sementara aset senilai Rp 1.500.000 berhasil diselamatkan oleh petugas.
Atas kejadian ini, Achmad Edwyn Anedi mengimbau kepada seluruh pelaku usaha kuliner di Lamongan agar lebih teliti dan rutin mengecek kelaikan kompor beserta instalasi gas yang digunakan.
"Kami mengingatkan kembali kepada para pelaku usaha dan masyarakat luas untuk selalu mengecek kondisi selang, regulator, dan tabung LPG sebelum maupun sesudah digunakan. Langkah preventif yang sederhana ini sangat krusial untuk mengantisipasi potensi bahaya kebakaran di lingkungan tempat usaha," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?

