Antisipasi Kriminalitas Malam Hari, Polisi di Trenggalek Intensifkan Patroli ke Musala dan Pemukiman
Patroli Tarawih ini dilaksanakan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas warga
Trenggalek, (afederasi.com) – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan 1447 H, Polres Trenggalek resmi meluncurkan program unggulan bertajuk "Patroli Tarawih". Langkah ini diambil untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas warga.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, melalui Kasihumas AKP Katik menjelaskan bahwa sasaran utama patroli ini adalah masjid dan musala yang menjadi pusat kegiatan ibadah malam. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi jemaah yang sedang bersujud.
"Kami menyisir masjid dan musala di seluruh wilayah Trenggalek. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih khusyuk saat menjalankan salat Tarawih tanpa rasa was-was," ujar AKP Katik saat memberikan keterangan resmi.
Tidak hanya fokus pada tempat ibadah, petugas juga bergerak menyisir area pemukiman penduduk. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas spesialis rumah kosong yang ditinggal pemiliknya beribadah. Pihak kepolisian pun mengimbau warga agar tetap waspada dan memastikan keamanan hunian mereka sebelum berangkat ke masjid.
"Pastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik sebelum berangkat ke masjid. Kami hadir untuk menjaga, namun kerja sama warga dalam mengamankan aset pribadinya sangat penting," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Trenggalek menerjunkan kekuatan penuh yang melibatkan berbagai satuan fungsi. Pasukan berseragam dari Satlantas, Satsamapta, hingga Satbinmas dikerahkan untuk melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan dekat lokasi ibadah.
Di sisi lain, pengamanan juga diperkuat oleh tim dari Satintelkam, Satreskrim, hingga Satresnarkoba. Tim tertutup ini bergerak secara senyap untuk memetakan potensi gangguan kamtibmas serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang dapat mengusik ketenangan bulan Ramadan.
"Tim gabungan ini bekerja sesuai fungsinya masing-masing. Ada yang melakukan penjagaan terbuka, ada juga yang melakukan pencegahan gangguan secara tertutup," terang AKP Katik.
Secara lebih luas, program "Patroli Tarawih" merupakan bagian dari skema besar "Patroli Ramadan" yang berlangsung secara estafet. Skema ini dibagi menjadi tiga waktu krusial, yakni Patroli Ngabuburit di sore hari, Patroli Tarawih pada malam hari, dan Patroli Sahur yang berakhir dengan agenda salat Subuh berjemaah bersama warga.
"Aktivitas masyarakat meningkat signifikan di pusat keramaian dan tempat ibadah. Oleh karena itu, kehadiran polisi di lapangan mutlak diperlukan untuk memberi rasa aman selama 24 jam penuh," tutupnya.(pb/dn)
What's Your Reaction?



