Bupati Situbondo Salurkan Sembako untuk 300 Warga, Prioritaskan Kelompok Ekonomi Marginal

19 Mar 2026 - 07:29
Bupati Situbondo Salurkan Sembako untuk 300 Warga, Prioritaskan Kelompok Ekonomi Marginal
Bupati situbondo saat memberikan bantuan kepada salah satu tukang becak (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bergerak cepat merespons kondisi ekonomi masyarakat dengan menyalurkan bantuan sembako bagi ratusan warga di Pendopo Rakyat, Kamis (19/3/2026). Penyaluran ini menyasar kelompok ekonomi marginal yang dinilai paling merasakan dampak fluktuasi ekonomi saat ini.

Sebanyak 300 paket sembako dibagikan secara merata kepada tiga kelompok profesi, yakni pengemudi ojek online (ojol), tukang becak, hingga para pelaku seni. Masing-masing kelompok mendapatkan kuota 100 paket bantuan berisi beras seberat 5 kilogram. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal yang sedang melanda.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini menegaskan bahwa pemilihan penerima bantuan telah melalui pertimbangan matang. Ia menitikberatkan bantuan pada mereka yang berada di garis ekonomi rentan. "Bantuan ini kita bagi untuk ojol, pelaku seni, dan tukang becak. Mereka merupakan kelompok yang secara ekonomi masih berada di level marginal," ujar Mas Rio saat ditemui di lokasi kegiatan.

Meski demikian, Mas Rio tidak menampik bahwa besaran bantuan yang disalurkan saat ini masih jauh dari kata ideal. Pemerintah daerah sebenarnya memiliki rencana untuk menyertakan uang transportasi bagi para penerima, namun ambisi tersebut terganjal oleh kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan pengetatan.

“Yang bisa kita berikan saat ini hanya sembako sekitar 5 kilogram. Sebenarnya masih kurang, kami ingin ada tambahan transport, tapi anggaran sudah tidak memungkinkan,” ungkapnya dengan nada lugas.

Kondisi ini, menurut Mas Rio, merupakan dampak langsung dari pemangkasan anggaran daerah yang nilainya cukup fantastis, yakni mencapai hampir Rp200 miliar. Rasionalisasi anggaran tersebut memaksa pemerintah daerah memutar otak agar program bantuan sosial tetap berjalan meskipun harus dilakukan efisiensi di berbagai lini.

“Kalau nanti anggaran sudah kembali normal seperti sebelumnya, tentu ada peningkatan bantuan,” janji Mas Rio.

Ia menambahkan bahwa dana sebesar Rp200 miliar tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan maupun program sosial yang lebih luas jika kondisi fiskal stabil.

Walaupun ruang gerak APBD terbatas, Mas Rio memastikan bahwa pembangunan di Situbondo tidak akan mandek. Pemerintah kabupaten terus mengupayakan penghematan di sektor lain agar program-program prioritas, terutama yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak, tetap bisa terlaksana.

"Kondisi dipotong hampir Rp200 miliar, tapi kita masih bisa melakukan banyak pembangunan dengan penghematan," tegasnya optimistis. Baginya, bantuan sosial tetap menjadi prioritas utama karena skema penganggarannya masih dalam jangkauan kemampuan daerah di tengah masa sulit ini.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow