Transformasi Bisnis dan Efisiensi Biaya, SIG Perkuat Daya Saing di Tengah Perlambatan Industri Semen

Transformasi bisnis yang kami jalankan terbukti mampu meningkatkan daya saing perusahaan. Efisiensi biaya menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan pasar,” ujarnya.

17 Apr 2026 - 16:32
Transformasi Bisnis dan Efisiensi Biaya, SIG Perkuat Daya Saing di Tengah Perlambatan Industri Semen
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian; Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra; Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan (kiri ke kanan) pada SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Langkah transformasi bisnis yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dengan menitikberatkan pada efisiensi biaya dan penguatan daya saing mulai menunjukkan hasil nyata. Di tengah tekanan industri semen yang melambat, strategi ini menjadi kunci bagi SIG untuk tetap tangguh sekaligus menjaga kinerja tetap tumbuh di atas rata-rata pasar.

Dalam paparan kinerja tahunan, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa transformasi yang dimulai sejak Juli 2025 difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pengelolaan pasar mikro yang lebih presisi, efisiensi biaya secara menyeluruh, serta optimalisasi portofolio produk dan turunan semen.

“Transformasi bisnis yang kami jalankan terbukti mampu meningkatkan daya saing perusahaan. Efisiensi biaya menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan pasar,” ujarnya.

Strategi tersebut mulai membuahkan hasil signifikan pada semester II 2025, terutama pada kuartal IV yang menjadi momentum penguatan kinerja. SIG mencatat total volume penjualan 37,93 juta ton sepanjang 2025, dengan pertumbuhan 1,1 persen secara tahunan, meski pasar domestik justru terkontraksi 1,5 persen.

Peningkatan kinerja juga didorong oleh segmen semen kantong yang mencatat pertumbuhan 5,7 persen pada kuartal IV, jauh melampaui pertumbuhan pasar yang hanya sebesar 2 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi transformasi dalam menyasar pasar dengan margin lebih tinggi.

Selain itu, ekspor menjadi penopang penting dalam menjaga keseimbangan kinerja. Volume ekspor SIG meningkat 14,9 persen menjadi sekitar 6,4 juta ton, memperkuat posisi perusahaan di tengah melemahnya permintaan domestik.

Memasuki 2026, tren positif terus berlanjut. Dalam dua bulan pertama, SIG mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, dengan segmen semen kantong tumbuh signifikan sebesar 14,6 persen.

Indrieffouny menegaskan bahwa keberhasilan ini memperkuat optimisme perusahaan untuk melanjutkan transformasi secara konsisten, dengan fokus pada efisiensi, penguatan bisnis inti, serta pengembangan solusi dan produk turunan.

“Dengan disiplin menjalankan transformasi, kami optimistis dapat menjaga daya saing sekaligus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” tutupnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow