Tembus 24 Besar Nasional, Situbondo Raih Penghargaan Kabupaten Menuju Bersih

Capaian ini menempatkan Situbondo dalam jajaran elite 24 besar nasional dari ratusan daerah di Indonesia. Dengan torehan skor 62,16, Situbondo dinilai sebagai salah satu daerah yang menunjukkan progres transformasi sistem persampahan paling signifikan tahun ini.

25 Feb 2026 - 14:19
Tembus 24 Besar Nasional, Situbondo Raih Penghargaan Kabupaten Menuju Bersih
Bupati Situbondo, Mas Rio dan beberapa perangkat ASN Situbondo saat usai menerima penghargaan (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Kabupaten Situbondo sukses mengukir prestasi gemilang di kancah nasional dalam urusan tata kelola lingkungan. Daerah di ujung timur Pulau Jawa ini resmi menyandang predikat Kabupaten Menuju Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Capaian ini menempatkan Situbondo dalam jajaran elite 24 besar nasional dari ratusan daerah di Indonesia. Dengan torehan skor 62,16, Situbondo dinilai sebagai salah satu daerah yang menunjukkan progres transformasi sistem persampahan paling signifikan tahun ini.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menerima langsung penghargaan tersebut bersama bantuan tiga unit sepeda motor sampah untuk memperkuat operasional di lapangan. Rio menegaskan bahwa apresiasi dari pemerintah pusat ini merupakan buah dari sinergi kolektif antara birokrasi dan warga.

"Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari masyarakat," ujar Rio usai menerima penghargaan di Jakarta.

Meski meraih prestasi, Rio enggan berpuas diri dan menganggap penghargaan ini sebagai cambuk untuk membenahi sektor yang masih menjadi celah. Fokus utamanya ke depan adalah merombak total sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar tidak lagi menggunakan pola konvensional yang berisiko bagi lingkungan.

"Predikat Menuju Bersih ini bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk berbenah lebih serius dalam pengelolaan TPA yang lebih modern," tegasnya.

Langkah Situbondo ini sejalan dengan ambisi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mendorong daerah meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan terbuka. Hanif menekankan pentingnya peralihan menuju sistem controlled landfill dan sanitary landfill demi menekan pencemaran lindi serta gas metana.

"Transformasi ini penting untuk mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara secara aman dan berkelanjutan," kata Hanif dalam arahannya.

Menyambut tantangan pusat, Pemkab Situbondo kini tengah menggodok roadmap pembenahan lingkungan yang lebih komprehensif. Strategi yang disiapkan mencakup penguatan bank sampah hingga edukasi masif mengenai pemilahan limbah langsung dari tingkat rumah tangga.

Rio meyakini bahwa kunci utama dari lingkungan yang asri bukan sekadar infrastruktur, melainkan perubahan perilaku dasar manusia. Ia berkomitmen untuk terus mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai dan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

"Kita ingin membawa pesan bahwa transformasi sampah di Situbondo harus bergerak dari sekadar slogan menjadi aksi nyata bagi generasi mendatang," pungkas Rio.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow