Tak Sekadar Pindah, Pola Baru Transmigrasi Lamongan Fokus pada Skill

29 Jan 2026 - 08:56
Tak Sekadar Pindah, Pola Baru Transmigrasi Lamongan Fokus pada Skill
Kepala Disnaker Lamongan saat Memberangkatkan Warga Transmigrasi pada akhir Tahun 2025 lalu (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Memasuki babak baru pada pola transmigrasi di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan kini lebih mengutamakan potensi keterampilan para Calon Transmigran (Caltrans). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Zamroni, pada Rabu (29/1/2026).

Untuk mengasah kemampuan tersebut, para Caltrans diwajibkan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Transmigrasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi. Langkah ini diambil agar para peserta benar-benar siap menghadapi tantangan di lokasi baru.

Zamroni menerangkan bahwa pola transmigrasi saat ini tidak lagi berbasis mobilisasi massal. Program ini diarahkan menjadi instrumen pembangunan wilayah yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah tujuan, sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang berbasis pada potensi lokal.

Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2009, penempatan transmigran hanya dapat dilakukan atas permintaan pemerintah daerah penerima. Artinya, transmigrasi kini sepenuhnya berbasis pada kebutuhan tenaga kerja dan rencana pengembangan wilayah setempat.

"Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan masih melaksanakan program transmigrasi. Pada pola baru, transmigrasi itu bukan sekadar memindahkan orang, tetapi memastikan mereka yang pindah mempunyai keterampilan dan berada pada usia produktif," tutur Zamroni.

Pada tahun 2026 ini, tercatat masih ada antrean sebanyak 35 Caltrans di Kota Soto. Seluruhnya direncanakan akan menuju wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Tengah. Adapun mayoritas Caltrans dari Kabupaten Lamongan saat ini membawa bekal keterampilan di bidang perkebunan, servis kendaraan, hingga pembuatan kue.

Potensi-potensi inilah yang diharapkan dapat dikembangkan di daerah penempatan sesuai dengan kondisi lokal setempat.

"Untuk tahun 2026 belum bisa ditentukan kuota yang akan berangkat, karena kuota langsung ditentukan oleh pemerintah pusat," terang Zamroni.

Ia menambahkan bahwa transmigran yang berangkat nantinya akan mendapatkan fasilitas dasar, bantuan hidup, sarana produksi, hingga layanan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bagi masyarakat Lamongan yang berminat mendaftar sebagai Caltrans, dapat langsung mendaftarkan diri ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow