Dianggarkan 150 Juta, Perbaikan Drainase Kawasan WR Supratman Pacitan Belum Mulai Digarap

11 Jun 2026 - 20:25
Dianggarkan 150 Juta, Perbaikan Drainase Kawasan WR Supratman Pacitan Belum Mulai Digarap
Kondisi saluran drainase di kawasan WR Supratman atau belakang Kantor Kejaksaan Negeri Pacitan yang direncanakan diperbaiki menggunakan anggaran sekitar Rp150 juta pada tahun 2026. (Foto: Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) - Perbaikan saluran drainase di kawasan WR Supratman atau belakang Kantor Kejaksaan Negeri Pacitan masih belum dimulai meski sudah dianggaran sekitar Rp150 juta oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan tahun 2026.

Pekerjaan yang sebelumnya direncanakan untuk menangani sedimentasi dan kerusakan talut di titik pertemuan dua saluran besar tersebut hingga kini masih menunggu proses mini kompetisi sebelum dapat dikerjakan.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, mengatakan pekerjaan fisik di lapangan memang belum berjalan.

"Belum mulai pengerjaan, masih menunggu proses mini kompetisi," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Saat ditanya mengenai target pelaksanaan maupun penyelesaian pekerjaan, Tonny belum dapat memberikan kepastian. 

Menurutnya, tahapan saat ini masih bergantung pada proses mini kompetisi yang sedang berlangsung.

"Menunggu proses mini kompetisi dulu ya," katanya.

Sebelumnya, Dinas PUPR Pacitan mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk menangani titik pertemuan dua saluran drainase besar di kawasan belakang Kejaksaan Negeri Pacitan yang selama ini mengalami sedimentasi tinggi dan kerusakan talut.

Lokasi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam sistem drainase kawasan barat kota karena menerima aliran dari sejumlah saluran yang bermuara di wilayah WR Supratman.

Tonny menjelaskan, kondisi di lokasi itu sudah cukup lama mengalami persoalan teknis. 

Selain sedimentasi yang terus menumpuk, talut penahan tanah di sekitar saluran juga mengalami kerusakan akibat faktor usia bangunan.

"Talutnya sudah tua, kemarin juga sempat terjadi sliding atau mlorot. Karena itu titik pertemuan dua muara, sedimentasinya tinggi sehingga perlu dikeruk dulu," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, anggaran yang disiapkan tahun ini difokuskan untuk pengerukan sedimentasi serta perbaikan talut sepanjang kurang lebih 50 meter yang mengalami ambles.

Penanganan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengembangan sistem drainase kawasan barat kota yang direncanakan menampung aliran dari Kali Tani dan sejumlah saluran lainnya.

"Nanti aliran dari Kali Tani akan dibelokkan ke arah barat lewat Bok Dekem, lingkungan Barak, SMKN 2 Pacitan, kampus AKN, lalu keluar di belakang kejaksaan," katanya.

Meski demikian, proyek yang sebelumnya disebut sebagai langkah awal penataan sistem drainase kawasan barat kota itu hingga kini masih tertahan pada tahap administrasi pengadaan.

Belum dimulainya pekerjaan membuat penanganan sedimentasi dan kerusakan talut di lokasi tersebut kembali tertunda. 

Padahal, titik pertemuan saluran itu diproyeksikan menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan drainase perkotaan di wilayah barat Pacitan.

Sementara itu, hingga pertengahan Juni 2026, Dinas PUPR Pacitan belum dapat memastikan kapan pekerjaan fisik akan dimulai karena masih menunggu selesainya proses mini kompetisi. (fer)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow