Gus Kikin Resmi Diusung PWNU Jatim Maju Calon Ketum PBNU
Jombang, (afederasi.com) - Dinamika politik menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai memanas. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi menugaskan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Penugasan ini merupakan hasil dari rapat internal PWNU Jatim yang melibatkan seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Keputusan yang diambil di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, pada Selasa (21/7/2026) lalu itu mengukuhkan langkah Gus Kikin dalam bursa pencalonan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut .
Awalnya, Gus Kikin mengaku tidak memiliki niatan untuk mencalonkan diri. Namun, setelah melalui beberapa kali pembicaraan dan akhirnya mendapat amanah dari PWNU, ia menyatakan kesanggupannya.
"Saya yang tadinya tidak ada niatan untuk mencalonkan diri, tapi kemudian dari beberapa kali pembicaraan, akhirnya ya sudah, kalau memang ditugaskan ya saya terima, saya siap," tegas Gus Kikin saat ditemui di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng Jombang, Minggu (26/07/2026).
Disinggung lebih lanjut apakah sudah melakukan silaturahmi-silaturahmi menjelang pelaksanaan muktamar, Gus Kikin menyampaikan jika silaturahmi sudah dilakukannya dari dulu, dan bukan hanya pada momen menjelang muktamar NU saja.
"Nggak usah bicara muktamar, saya itu ke cabang-cabang memang biasa," tutur Gus Kikin.
Lebih lanjut Gus Kikin mengatakan, NU didirikan memang sangat inklusif, dan NU mengajak semua orang untuk bergabung ke dalam NU.
"Tetapi memang niatnya dipesankan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, niat yang memang dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, bersatu, rukun, dengan mengedepankan hati nurani, jiwa raga," tutur Gus Kikin.
"Itu yang memang menjadi pesan dari muassis untuk semua orang yang masuk terlibat di dalam NU," pungkasnya
Forum tertinggi ini akan menjadi ajang untuk menentukan arah kepemimpinan NU ke depan, dan pencalonan Gus Kikin menambah semarak kontestasi yang sudah mulai terlihat.
Dengan dukungan penuh dari basis terbesar NU di Jawa Timur, Gus Kikin memasuki arena muktamar dengan bekal yang cukup.
Ia berpesan bahwa silaturahmi yang ia lakukan selama ini bukan hanya untuk kepentingan politik sesaat, melainkan sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari pengabdiannya kepada NU.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana dinamika muktamar nanti akan menentukan siapa yang akan memimpin Nahdlatul Ulama untuk periode berikutnya.(san)
What's Your Reaction?

