Pengembangan Gedung Baru di RSUD Pacitan Jadi Sorotan Saat Pelayanan Belum Maksimal

06 Apr 2026 - 07:47
Pengembangan Gedung Baru di RSUD Pacitan Jadi Sorotan Saat Pelayanan Belum Maksimal
Tampak pengembangan gedung baru RSUD Pacitan yang ditargetkan usai di tahun ini. (Foto: Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) – Pengembangan Pembangunan gedung baru di RSUD Pacitan menuai sorotan di tengah keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan yang dinilai belum maksimal. 

Di saat sejumlah fasilitas dan tenaga medis yang masih terbatas, proyek pembangunan fisik kembali dilakukan.

Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Triputranto, mengatakan pembangunan gedung tersebut menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp8 miliar, dengan tambahan dukungan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Untuk pengembangan gedung, kita menggunakan anggaran DBHCHT sekitar Rp8 miliar, dan nanti juga didukung dari BLUD,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Gedung yang dibangun tersebut direncanakan untuk menunjang layanan rawat jalan, yang saat ini dinilai sudah tidak mampu menampung penambahan dokter spesialis.

Menurut Johan, kondisi ruang rawat jalan yang ada saat ini sudah penuh, sehingga menyulitkan pengembangan layanan baru.

“Kalau ada tambahan dokter spesialis, sudah tidak ada ruang pelayanan. Idealnya rawat jalan itu terintegrasi dalam satu gedung,” katanya.

Namun demikian, pembangunan gedung di tengah keterbatasan layanan yang masih dirasakan sebagian masyarakat menimbulkan pertanyaan tersendiri.

Sejumlah warga menilai peningkatan kualitas layanan seharusnya menjadi prioritas sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, pihak rumah sakit menyebut pembangunan gedung merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang.

“Ini tantangan bagi kami. Harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat, dan itu akan kami jawab secara bertahap sesuai perencanaan rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini, progres pembangunan gedung disebut telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian arsitektur serta pemasangan peralatan medis.

Di sisi lain, rumah sakit juga tengah menyiapkan penambahan tenaga medis, termasuk dokter spesialis baru seperti urologi yang selama ini belum tersedia di Pacitan.

Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga perawat juga dilakukan melalui pendidikan lanjutan di bidang tertentu, seperti urologi, jantung, dan cuci darah.

Meski pembangunan gedung terus berjalan, tantangan peningkatan kualitas layanan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab secara nyata oleh pihak rumah sakit.

Pembangunan fisik tanpa diimbangi peningkatan pelayanan dikhawatirkan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik. (fer)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow