Lantik Komisi Irigasi, Bupati Madiun: Air Itu Urat Nadi, Bukan Formalitas!
Madiun, (afederasi.com) - Bupati Madiun Hari Wuryanto, memberikan peringatan keras saat mengukuhkan pengurus Komisi Irigasi periode 2026-2030 di Pendopo Muda Graha. Ia menegaskan agar lembaga ini tidak sekadar menjadi struktur di atas kertas, melainkan harus menjadi solusi nyata atas persoalan air yang dihadapi petani.
Bupati menekankan bahwa Komisi Irigasi adalah jembatan krusial antara kebijakan pemerintah dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Di tengah tantangan iklim, distribusi air yang adil dan efisien disebut sebagai harga mati untuk menjaga produktivitas lahan.
"Air adalah urat nadi pertanian. Komisi ini harus mampu merumuskan kebijakan tepat, bukan sekadar teori. Pastikan kebutuhan di lapangan sinkron dengan ketersediaan sumber daya," tegas Bupati lugas.
Menurutnya, tata kelola air yang transparan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi petani. Jika distribusi air terhambat, maka ekonomi masyarakat bawah akan ikut tercekik.
Usai pelantikan, Bupati langsung menggelar diskusi substantif untuk memetakan kendala irigasi di tingkat kecamatan. Langkah cepat ini bertujuan agar pengurus baru memiliki peta masalah yang akurat sebelum memulai masa kerja efektif tahun depan. (hen)
What's Your Reaction?


