Dari Bogor untuk Gresik, Misi Owner Griya Mitra Prismatama Wujudkan Program Rumah Bersubsidi Presiden Prabowo

30 Dec 2025 - 21:05
Dari Bogor untuk Gresik, Misi Owner Griya Mitra Prismatama Wujudkan Program Rumah Bersubsidi Presiden Prabowo
Owner PT Griya Mitra Prismatama (GMP) Future Estate asal Gresik, bersama tim Legal dan Konsultan Hukum GMP, menunjukkan sertifikat usai mengikuti kegiatan ruang belajar pengembang perumahan subsidi di Cileungsi, Kabupaten Bogor (Miftahul Arif/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Empat hari di penghujung Desember 2025 menjadi momen krusial bagi Siti Muntamah. Owner PT Griya Mitra Prismatama (GMP) Future Estate asal Gresik ini, memboyong tim intinya menuju Cileungsi, Kabupaten Bogor. 

Mereka adalah Legal dan Konsultan Hukum GMP Debby Puspita Sari, S.H., M. Azzamul Abid, S.H., M. Faisal Farhan dan Chandra Sapta Nugraha.

Bukan untuk berlibur, melainkan untuk menyerap ilmu dalam kegiatan "Ruang Belajar Pengembang Perumahan Subsidi" yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama dengan Pesona Kahuripan Group.

Menariknya, dari dua ribuan pengembang yang mendaftar, hanya 150 pengembang saja yang dipilih. Salah satunya GMP, yang menjadi satu-satunya perwakilan pengembang dari Kabupaten Gresik yang hadir dalam forum eksklusif tersebut. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa "gerbong" pembangunan rumah subsidi di Jawa Timur mulai bergerak kencang.

Program 3 juta rumah bukan sekadar angka di atas kertas. Pemerintah telah menetapkannya sebagai satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029. Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa sektor perumahan adalah mesin ekonomi yang luar biasa.

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang besar dengan mampu memberi dampak langsung terhadap 110 sektor ekonomi dan dampak tidak langsung kepada 75 sektor ekonomi," jelas Dr. Sri Haryati.

Pemerintah juga menjanjikan relaksasi kebijakan KUR untuk memastikan para pelaku usaha seperti GMP memiliki ketersediaan dana guna menyediakan produk hunian dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Bagi Siti Muntamah, keikutsertaannya dalam pelatihan ini adalah bukti keseriusan mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian bagi rakyat. Sekembalinya dari Bogor, ia sudah bersiap "tancap gas" mengeksekusi proyek di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Targetnya menyediakan rumah dengan harga mulai dari Rp166 juta dan cicilan ringan di angka Rp1 jutaan per bulan.

"Keikutsertaan kami merupakan bentuk keseriusan dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto terkait penyediaan rumah subsidi. Nantinya kami akan menjual rumah dengan harga sangat terjangkau dan bebas PPN bagi yang memenuhi persyaratan," ungkap Siti penuh optimisme, Selasa (30/12/2025).

Langkah strategis GMP ini secara khusus menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Legal dan Konsultan Hukum GMP, Debby Puspita Sari S.H yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa lokasi di Kedamean dipilih karena masih sangat memungkinkan untuk menerapkan skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ini kami tujukan bagi segmen MBR karena di kawasan ini masih memungkinkan menggunakan skema pembiayaan FLPP," ungkap Debby.

Melalui bekal ilmu dari para pakar di Bogor, GMP Future Estate kini bersiap mengubah lahan di Slempit Kedamean menjadi pemukiman yang tidak hanya layak huni, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Kabupaten Gresik. (frd) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow