Teladani Perjuangan, Kemenag Jombang Ziarahi 4 Makam Pendiri Ponpes

02 Jan 2026 - 14:01
Teladani Perjuangan, Kemenag Jombang Ziarahi 4 Makam Pendiri Ponpes
Peringati Hari Amal Bhakti Kementrian Agama ke 80 Kemenag Jombang lakukan ziarah ke empat pendiri pondok pesantren di Jombang Jawa Timur salah satunya di pondok pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (02/01/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar ziarah rutin tahunan ke makam empat pendiri pondok pesantren (muasis) legendaris, Jumat (02/01/2026). 

Kegiatan khidmat ini bertujuan meneladani perjuangan para ulama dalam membangun pendidikan Islam dan kehidupan beragama di Jombang.

Ziarah muasis tahun ini menyambangi empat lokasi makam pendiri pondok pesantren ternama di Jombang, yaitu:

1.Makam Pondok Pesantren Tebuireng (Pendiri: Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari).

2.Makam Pondok Pesantren Rejoso.

3.Makam Pondok Pesantren Denanyar.

4.Makam Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.

Kegiatan diikuti oleh seluruh pimpinan Kemenag Jombang, Kepala Satuan Kerja Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA), pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAIS), serta Pengurus Dharma Wanita Persatuan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) induk.

Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh, menegaskan bahwa ziarah ini adalah sarana refleksi sejarah dan penghormatan atas jasa para ulama, yang juga merupakan tokoh bangsa.

"Melalui ziarah muasis ini, kita mengenang jasa para ulama dan pahlawan nasional yang telah meletakkan dasar perjuangan keagamaan dan kebangsaan. Nilai keikhlasan, keteladanan, serta semangat pengabdian mereka harus terus kita warisi dalam menjalankan tugas sebagai ASN Kementerian Agama," ujarnya di sela kegiatan.

Arif menambahkan, peringatan HAB ke-80 Kemenag menjadi momentum strategis bagi seluruh jajaran di Jombang untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada umat dan menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan ziarah berlangsung penuh khidmat dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di setiap lokasi. 

Ritual ini menjadi wujud konkret rasa syukur dan penghormatan atas kontribusi besar para muasis pesantren bagi perkembangan agama, pendidikan, dan bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Jombang.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow