Awal Tahun 2026, Harga Gabah di Jombang Stabil di Rp 7.000–Rp 7.200 Perkilogram
Jombang, (afederasi.com) – Awal musim panen padi di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, memberikan angin segar bagi petani. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani terpantau stabil di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.200 per kilogram, meski belum termasuk biaya operasional panen seperti sewa mesin combine harvester.
Kusaini, salah satu tengkulak gabah di Desa Pagerwojo, membenarkan kondisi tersebut. "Ini masih normal. Gabah dari sawah atau panen, sekarang antara Rp 7.000 sampai Rp 7.200 per kilogram, lihat barangnya," ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa harga tersebut belum bersih. "Belum bersih, karena masih ada biaya untuk sewa mesin combine," terangnya, Jumat (02/01/2025).
Fathulloh, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Perak, menyebutkan bahwa sejumlah desa sudah mulai memasuki masa panen.
"Di wilayah Perak ini sudah masuk panen, tapi masih awal. Puncaknya kemungkinan baru terjadi pada Januari 2024 mendatang," jelasnya.
Menurut Fathulloh, harga di Desa Pagerwojo sedikit lebih tinggi, yakni sekitar Rp 7.000–Rp 7.100 per kilogram. "Semakin serempak dan kualitasnya bagus, harganya juga lebih tinggi," tambahnya.
Total luas tanam padi di Kecamatan Perak mencapai sekitar 1.428 hektare. Desa Pagerwojo menjadi salah satu wilayah yang konsisten menerapkan pola tanam padi tiga kali setahun.
Sementara itu, beberapa desa lain seperti Temuwulan, Glagahan, dan Sembung, sebagian lahannya dialihkan untuk komoditas jagung.
Program intensifikasi pertanian tersebut didukung melalui optimalisasi lahan (oplah) di lima desa, yakni Sembung, Sumberagung, Sukorejo, Jantiganggong, dan Cangkringrandu.
Untuk mendukung pengairan yang maksimal, desa-desa tersebut juga mendapat fasilitasi pompa sibel dari pemerintah.
"Untuk yang baru panen di Cangkringrandu baru sekitar 20 persen. Jadi puncaknya memang diperkirakan Januari," pungkas Fathulloh.
Kestabilan harga di awal musim ini menjadi indikator positif bagi ketahanan ekonomi petani lokal.
Namun, petani perlu menghitung secara cermat biaya operasional, seperti sewa alat mesin pertanian (alsintan), untuk memastikan keuntungan yang optimal.
Para pemangku kepentingan diharapkan dapat memantau perkembangan harga menjelang puncak panen agar fluktuasi yang merugikan petani dapat diantisipasi.
Dengan luas tanam yang signifikan dan program intensifikasi, sektor pertanian di Kecamatan Perak, Jombang, terus menunjukkan peran vitalnya dalam mendukung ketahanan pangan regional.(san)
What's Your Reaction?


