Persela Lamongan Resmi Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Kepala, Usung Misi Transformasi Modern
Lamongan, (afederasi.com) – Persela Lamongan secara resmi mengumumkan penunjukan mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Bima Sakti, sebagai juru taktik baru untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini. Langkah ini diambil manajemen sebagai bagian dari ambisi besar mengembalikan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selain memperkenalkan pelatih baru, manajemen Persela juga memaparkan visi besar untuk mengubah tata kelola klub menjadi lebih profesional dan modern. Persela akan diarahkan sebagai sebuah industri sepak bola yang memisahkan secara tegas antara pengelolaan manajemen korporasi dengan pengelolaan teknis tim.
Bupati Lamongan sekaligus Penasihat Persela, Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pemilihan Bima Sakti didasari oleh kesamaan visi dan idealisme dalam membangun sepak bola. Ia pun meminta para suporter untuk tetap optimis terhadap masa depan tim.
"Jangan khawatir, believe me. Kami semua punya visi yang sama. Persela ini masih dianggap punya idealisme dalam sepak bola. Kita akan membawa Persela lebih modern lagi sebagai satu industri sepak bola yang nanti akan terpisah antara pengelola manajemen dan pengelola tim. Target kita tidak berubah, segera kembali ke Liga 1," ujarnya.
Bima Sakti mengaku antusias menerima tantangan ini meskipun merupakan pengalaman pertamanya melatih di kompetisi Liga 2. Ia menekankan pentingnya integritas dan mentalitas petarung bagi para pemain yang membela Persela. Terkait komposisi pemain, Bima menyatakan tetap berkoordinasi dengan manajemen lama dan sedang mengupayakan slot pemain terbaik.
"Ini pertama buat saya pegang Liga 2. Pendekatannya tentu berbeda dengan saat saya melatih Timnas U-16. Kalau di sini, pemain seperti John Mena tidak mungkin saya 'elus-elus'. Pokoknya yang penting kamu fight, membela Persela 100%. Soal dinamika Liga 2, kita harus jaga integritas. Tidak ada yang boleh main-main," tegas Bima Sakti.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini sedang menjajaki opsi peminjaman pemain, mengingat banyak pemain eks anak asuhnya di Timnas U-23 yang sudah terikat kontrak dengan klub Liga 1.
Sementara itu, Pradita Aditya, Direktur Bisnis Persela Lamongan menjelaskan bahwa Persela sedang melakukan audit dan evaluasi fundamental untuk memperbaiki ekosistem bisnis klub. Tujuannya adalah menjadikan Persela sebagai klub yang "Sponsorship Darling". Saat ini, sudah ada empat sponsor yang mengikat kerja sama, termasuk produk Altop yang akan menjadi salah satu penyokong utama.
"Kita melakukan audit korporasi dan memetakan kelemahan sebelumnya agar menjadi perusahaan yang proper. Persela punya nilai valuasi yang bagus karena sudah lebih dari 18 tahun bertahan. Kami pastikan secara finansial kita aman sampai ke depan, dan itu sudah kami sampaikan kepada para pemain," ungkapnya. (yan)
What's Your Reaction?


