Program "Miskin Ekstrem Pasti Kerja" Resmi Dimulai di Jombang

29 Dec 2025 - 19:43
Program "Miskin Ekstrem Pasti Kerja" Resmi Dimulai di Jombang
Pemerintah meluncurkan program percontohan (piloting) nasional "Miskin Ekstrem Pasti Kerja" di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/12/2025). (Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah meluncurkan program percontohan (piloting) nasional "Miskin Ekstrem Pasti Kerja" di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/12/2025). 

Program strategis ini bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan berkelanjutan.

Acara kick off berlangsung di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Badang, Kecamatan Ngoro, menandai dimulainya implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

Jombang dipilih sebagai lokasi pertama piloting program karena dinilai memiliki komitmen tinggi dan ekosistem pendukung yang kuat. 

Dalam sambutan tertulis Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. (Gus Imin) yang dibacakan Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., ditegaskan bahwa strategi baru ini fokus pada pemberdayaan mandiri dan berkelanjutan.

"Program ini merupakan terobosan di mana setiap rupiah anggaran negara dipastikan berorientasi pada pemberdayaan," tegas Prof. Nunung. Masyarakat miskin ekstrem akan mendapat pelatihan intensif diikuti penempatan kerja langsung sebagai tenaga kerja di unit-unit SPPG.

Kemenko PM memproyeksikan program ini dapat menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja secara nasional pada periode 2025-2026 melalui SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Jombang sendiri, 300 orang telah mengikuti pelatihan dan siap bekerja dengan estimasi penghasilan Rp2 juta per bulan.

"Dari Jombang kita membuktikan kemiskinan ekstrem dapat dihentikan. Dengan pendapatan tetap, stabilitas ekonomi keluarga terjaga," ujar Prof. Nunung.

Program ini tidak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Bahan baku pangan untuk SPPG akan dipasok langsung oleh petani dan pedagang lokal di sekitar wilayah operasional, yang diharapkan dapat menarik gerbong usaha mikro kecil secara masif.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, menyambut baik program strategis ini. "Di Jombang, program menyasar 300 penerima manfaat yang akan dilatih dan ditempatkan di 7 SPPG di Kecamatan Bareng, Diwek, Ngoro, dan Jombang," jelasnya.

Empat Arahan Strategis Pemerintah Pusat

Kemenko PM memberikan empat arahan penting bagi pemerintah daerah:

1.Menjadikan sekolah dan madrasah sebagai sarana pembentuk karakter mandiri sejak dini

2.Memfasilitasi sertifikasi bagi seluruh masyarakat usia produktif

3.Memastikan keluarga miskin terserap sebagai tenaga kerja di setiap unit SPPG

4.Meningkatkan ketepatan data sosial ekonomi untuk program yang tepat sasaran

Acara ditandai dengan penyerahan sertifikat simbolis kepada peserta dan penyerahan tenaga kerja ke pengelola SPPG. SPPG Ngoro Badang telah menyerap 60 tenaga kerja, sementara SPPG Bareng Banjaragung menyerap 50 tenaga kerja dari keluarga miskin ekstrem.

Fasilitas SPPG Jombang Ngoro Badang dijadwalkan beroperasi penuh pada 8 Januari 2026. Dengan dimulainya piloting ini, pemerintah optimis target penghapusan kemiskinan ekstrem 0% pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor berkelanjutan.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow