PUPR Klarifikasi Penyebab Banjir Jumat Lalu, PMII Nyatakan Tak Serius Dalam Penanganan
Pacitan, (afederasi.com) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan memberikan klarifikasi terkait banjir yang terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025.
Luapan air yang menggenangi sejumlah ruas jalan kota disebut akibat curah hujan tinggi serta besarnya aliran dari Kali Kunir dan Kali Tani yang masuk ke saluran drainase.
Namun, kondisi ini tetap menuai sorotan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan karena dinilai sebagai persoalan yang berulang.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan, Tony Setyo Nugroho menjelaskan, terdapat tiga titik utama yang mengalami luapan drainase.
Ketiganya berada di depan Kelurahan Pucang Sewu (Kalikunir), depan Kantor Kecamatan Pacitan, dan wilayah Blumbang.
“Tim sudah melakukan patroli saat hujan deras. Pintu air sudah kami buka dan pukul enam sore pompa banjir di depan POM Ploso juga sudah kami hidupkan. Tapi karena debit hujan tinggi, air tetap meluap ke jalan,” terangnya, Senin (29/12/2025).
Menurut Tony, tiga titik tersebut memang kerap menjadi langganan banjir.
Hal ini dipengaruhi pertemuan tiga saluran induk drainase kota di depan Kantor Kecamatan Pacitan, yakni aliran dari Kalikunir, Sumberharjo, dan Kali Tani.
Perubahan tata ruang disebut membuat kapasitas saluran tak lagi mampu menampung debit air meski pengerukan telah dilakukan.
PUPR mengaku telah menyiapkan tiga skenario perencanaan, mulai dari pembangunan kanal barat untuk mengalihkan aliran Kali Tani, hingga pembangunan kolam retensi di beberapa titik kota.
Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Pada tahun 2026, anggaran drainase hanya sekitar Rp900 juta dan diprioritaskan untuk perawatan rutin.
Sementara itu, PMII Pacitan menilai klarifikasi tersebut sebagai pengelakan tanggungjawab terkait persoalan banjir yang terus berulang.
Mandataris Ketua Umum PMII Pacitan, Sunardi, menyebut penanganan drainase oleh PUPR dinilai lamban dan tidak langsung ke akar masalahnya.
“Setiap musim hujan, genangan masih terjadi di titik yang sama. Ini menunjukkan penanganan drainase belum serius dan tidak menjadi prioritas. Masyarakat selalu menjadi korban,” tegas Sunardi.
PMII mendesak pemerintah daerah segera mempercepat realisasi program pengendalian banjir agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Mereka juga meminta adanya komitmen nyata dari PUPR dalam memperbaiki sistem drainase kota Pacitan.(Feri)
What's Your Reaction?


