Usaha Kecil Piala  di Jombang Panen Berkah Jelang 17 Agustus

28 Jul 2025 - 14:22
Usaha Kecil Piala  di Jombang Panen Berkah Jelang 17 Agustus
Para karyawan Cahya SetyaTrophy sedang menyelesaikan piala bertema kemerdekaan yang ramai dipesan jelang Agustus, Senin (28/07/2025 ). (foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) - Di tengah geliat persiapan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, denyut usaha mikro di Jombang berdetak kencang. Di sudut Jalan Halmahera I, Kelurahan Kaliwungu, puluhan pekerja tampak sibuk di bengkel produksi Cahya Setya Trophy, menyusun dan merakit piala dengan berbagai bentuk dan ukuran—tanda betapa simbol kemenangan itu masih digemari setiap Agustusan tiba.

Permintaan piala yang terus meningkat sejak pertengahan Juli menjadi berkah tahunan bagi Cahya Setya Trophy. Manajer mereka, Rio Febrian, menyebut bahwa grafik pemesanan piala biasanya menanjak tajam saat bulan Agustus tiba. "Permintaan naik sekitar 20 persen dan masih fluktuatif, biasanya puncaknya mendekati tanggal 17," ujar Rio saat ditemui Senin (28/7/2025).

Konsumen, menurut Rio, cenderung memilih piala berbahan plastik dan marmer karena dinilai ringan, menarik, dan ekonomis. Namun, bukan berarti kelas premium dilupakan. Untuk mereka yang mencari kemewahan simbolik, tersedia piala setinggi tiga meter yang harganya bisa menyentuh Rp2 juta per unit. “Kami melayani semua segmen,” tambahnya.

Tahun ini, Cahya Setya Trophy mematok target produksi lebih dari 30 ribu unit piala. Sebagian besar diserap oleh lembaga pendidikan, kantor pemerintahan, hingga organisasi masyarakat yang menggelar lomba atau seremoni bertema kemerdekaan. Tak hanya dari Jombang, pesanan piala datang dari Papua hingga Aceh.

Rakhmad Depriyanto, pelanggan setia dari Kantor Kecamatan Plandaan, mengaku sudah hampir dua dekade mempercayakan kebutuhan piala untuk PHBN kepada Cahya Setya Trophy. “Produk mereka bukan sekadar piala, tapi juga simbol tanggung jawab dan kualitas,” ujar Rakhmad, yang tahun ini kembali memesan dalam jumlah besar.

Rio mengatakan bahwa setiap piala yang dikirim membawa semangat juang yang sama: mengabadikan momen kemenangan, sekecil apa pun itu. Maka tidak heran, setiap tahun usaha ini menyiapkan diri lebih awal agar dapat melayani gelombang permintaan yang deras menjelang Agustusan.

Dalam setiap ukiran dan detail hiasan pada piala, tersimpan semangat kolektif untuk merayakan kemerdekaan. Di balik kilau logam dan marmer yang dibentuk, ada kisah kerja keras para perajin lokal. Piala, yang mungkin dianggap benda kecil, justru menjadi medium paling dekat dalam menyemai nasionalisme dari desa ke kota. (san) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow