Sasar Pelajar SD, Polsek Panggul Sosialisasi Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial

Polres Trenggalek melalui Polsek Panggul menggelar edukasi bahaya perundungan (bullying) dan penggunaan media sosial bagi siswa SD usai libur panjang Lebaran.

06 Apr 2026 - 10:51
Sasar Pelajar SD, Polsek Panggul Sosialisasi Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Petugas saat memberikan edukasi kepada para siswa (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Pasca-libur panjang Lebaran, Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek bergerak cepat melakukan pembinaan terhadap para pelajar yang mulai kembali beraktivitas di sekolah. Melalui jajaran Polsek Panggul, korps Bhayangkara ini menggelar sosialisasi intensif untuk memupuk semangat belajar sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying pada Senin (6/4/2026).

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, melalui Kapolsek Panggul, AKP Suswanto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam menyiapkan generasi masa depan. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.

“Hari ini ada dua sekolah yang menjadi sasaran edukasi, yakni SDN 1 Barang dan SDN 2 Wonocoyo. Kami menerjunkan personel untuk memberikan pemahaman langsung kepada siswa,” ujar AKP Suswanto di sela kegiatannya.

Dalam agenda tersebut, pihak kepolisian memberikan perhatian khusus pada maraknya kasus perundungan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Selain itu, petugas juga memberikan peringatan mengenai batasan usia penggunaan media sosial, di mana anak di bawah usia 16 tahun diimbau untuk tidak menggunakan platform digital secara mandiri tanpa pengawasan ketat.

“Perundungan memang menjadi salah satu atensi utama kami. Pencegahannya tentu tidak bisa dari kepolisian semata, tetapi wajib melibatkan peran sekolah dan lingkungan keluarga,” tegas Suswanto.

Selain materi perundungan, para siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai etika berlalu lintas, pentingnya menghormati orang tua dan guru, hingga wawasan kebangsaan. Edukasi ini bertujuan untuk membentengi remaja dari bahaya kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Pihak kepolisian berkomitmen bahwa program pembinaan ini tidak akan berhenti pada momentum upacara bendera saja. AKP Suswanto menekankan bahwa seluruh sumber daya, termasuk anggota Bhabinkamtibmas di tingkat desa, akan dikerahkan untuk mendampingi sekolah dalam berbagai kesempatan.

“Kegiatan ini tidak harus saat menjadi pembina upacara. Kami akan memanfaatkan setiap momen di sekolah agar pesan kamtibmas dan edukasi ini tersampaikan secara efektif kepada siswa,” pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow