Pegiat Budaya Jatim Gelar "Jagongan " di Candi Pandegong Jombang
Jombang, (afederasi.com) – Suasana malam di area Candi Pandegong, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terasa berbeda. Di situs bersejarah peninggalan Mpu Sindok tersebut, sejumlah pegiat budaya dan sejarah lintas daerah di Jawa Timur (Jatim) berkumpul mengikuti acara "Jagongan Budaya" pada Kamis malam (28/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diskusi mendalam seputar pelestarian sejarah, edukasi untuk generasi muda, hingga isu lingkungan hidup.
Para pegiat yang hadir berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jombang, Mojokerto, hingga Kediri. Mereka adalah nama-nama yang peduli terhadap warisan leluhur dan kelestarian alam.
Dari wilayah Mojokerto, hadir Supriyadi dan Mbah Jito beserta rombongan Forum Masyarakat KCBN Trowulan. Sementara dari Kediri, tampak Mbah Arif, pegiat lingkungan Kali Srinjing, bersama rekannya. Tak ketinggalan pegiat lokal Jombang seperti pengelola Sanggar Wayang Topeng Jatiduwur, Isma Hakim; pemerhati sejarah sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Arif Yulianto (Cak Arif); tokoh masyarakat H. Nursan; serta pegiat budaya Prabu dan Fafa.
Acara yang dipandu oleh Ari Hakim dari Pare, Kediri, ini juga dihadiri oleh juru pelihara (Jupel) Candi Pandegong, Jayadi. Suasana semakin khusyuk dengan doa pembuka dan penutup untuk kebangkitan Nusantara yang dipimpin oleh tokoh spiritual, Ki Budi Sejati.
Forum diskusi berjalan sangat dinamis. Mbah Jito menekankan pentingnya perspektif budaya yang ramah lingkungan serta urgensi memberikan edukasi sejarah yang benar kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
Sementara itu, Supriyadi selaku Koordinator Forum Masyarakat KCBN Trowulan memaparkan peran penting forumnya. "Keberadaan forum masyarakat KCBN Trowulan adalah sarana untuk mempererat silaturahmi, mencari solusi lintas stakeholder, memetakan potensi SDM, serta mengidentifikasi peninggalan sejarah yang tersebar di 50 desa di kawasan KCBN Trowulan," jelasnya.
Dari perspektif lingkungan, Mbah Arif berbagi pengalaman menarik tentang upaya pelestarian Sungai Srinjing di Kediri. Sedangkan Isma Hakim menyoroti peran krusial pemerintah. "Kehadiran pemerintah dalam pelestarian sejarah dan budaya itu sangat penting," ujar pengelola sanggar wayang topeng tersebut.
Yang tak kalah menarik, Jupel Candi Pandegong, Jayadi, memberikan pemaparan eksklusif tentang proses ditemukannya Candi Pandegong, tahapan ekskavasi, hingga sejarah panjang di balik situs peninggalan Mpu Sindok tersebut.
Para peserta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Supriyadi berharap "Jagongan Budaya" dapat terus dikembangkan dan dilanjutkan di situs-situs bersejarah lainnya.
"Selain untuk bersilaturahmi, dengan forum-forum seperti ini diharapkan dapat memunculkan ide dan gagasan seputar pelestarian sejarah dan budaya," kata Supriyadi.
Senada dengan itu, Ari Hakim selaku pemandu diskusi berharap forum serupa bisa rutin digelar di lokasi lain. "Sembari kita memunculkan kecintaan masyarakat setempat akan peninggalan bersejarah dari nenek moyang. Karena ini adalah warisan yang sangat bernilai," tutur Ari Hakim. (san)
What's Your Reaction?



