Setahun Kepemimpinan Mas Rio–Mbak Ulfi: Kemiskinan di Situbondo Merosot, Tata Kelola Sampah Jadi Fokus Berikutnya
Berdasarkan refleksi satu tahun masa jabatan yang jatuh pada Jumat (20/2/2026), penurunan angka kemiskinan dan pengangguran menjadi pencapaian paling mencolok di tengah proses adaptasi birokrasi yang terus berjalan.
Situbondo, (afederasi.com) – Tepat satu tahun menakhodai Kabupaten Situbondo, pasangan Bupati Mas Rio dan Wakil Bupati Mbak Ulfi menunjukkan rapor positif pada sektor ekonomi makro. Berdasarkan refleksi satu tahun masa jabatan yang jatuh pada Jumat (20/2/2026), penurunan angka kemiskinan dan pengangguran menjadi pencapaian paling mencolok di tengah proses adaptasi birokrasi yang terus berjalan.
Sejak awal menginjakkan kaki di pendopo, Mas Rio menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan sekadar program pelengkap, melainkan fondasi utama pembangunan daerah. Baginya, indikator keberhasilan seorang pemimpin tidak terletak pada kemegahan fisik, melainkan pada kesejahteraan perut rakyatnya.
"Kemiskinan itu akar persoalan. Kalau itu belum selesai, pembangunan lain hanya jadi simbol semata. Saya lebih bangga ketika data kemiskinan dan pengangguran turun, karena itulah dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di bawah," ujar Mas Rio saat memberikan evaluasi satu tahun kepemimpinannya.
Data menunjukkan tren membaik pada sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang merangkak naik hingga gini ratio yang mulai terkoreksi, menandakan ketimpangan pendapatan di Situbondo perlahan kian menyempit. Mas Rio mengakui bahwa capaian ini diraih melalui fase transisi yang menantang, mengingat latar belakang dirinya dan Mbak Ulfi yang berangkat dari dunia politik, bukan birokrasi murni.
"Kami butuh waktu untuk memahami ritme birokrasi dan menyelaraskan visi. Namun saat ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah mulai satu frekuensi dengan arah kebijakan yang kami gariskan. Kami memilih pendekatan bertahap dalam membenahi birokrasi, membangun jembatan antara visi politik dan eksekusi teknis di lapangan," jelasnya secara komprehensif.
Di sela paparan seriusnya, Mas Rio sempat melontarkan kelakar yang menyegarkan suasana. Ia berseloroh bahwa hampir seluruh janji programnya telah terealisasi dalam setahun terakhir, kecuali satu hal yang sempat ramai diperbincangkan publik. "Hampir semua sudah jalan, selain mendatangkan Sheila On Seven," candanya merujuk pada wacana hiburan yang sempat viral. Namun, ia segera menegaskan bahwa esensi kepemimpinan tetap pada kerja konkret, bukan sekadar hura-hura.
Memasuki tahun kedua, Pemerintah Kabupaten Situbondo kini mulai mengarahkan radar prioritas pada persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Mas Rio menyadari bahwa penanganan sampah adalah "pekerjaan rumah" besar yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara-cara konvensional. Pemerintah daerah kini tengah menggencarkan gerakan memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, serta mengoptimalkan peran bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa.
Mas Rio menekankan bahwa pembangunan fisik yang masif akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk melibatkan sektor swasta dan peran aktif masyarakat guna menciptakan ekonomi sirkular dari pengelolaan limbah.
"Pembangunan fisik tanpa pengelolaan lingkungan yang baik justru bisa menimbulkan masalah baru di masa depan. Evaluasi sistem pengangkutan dan pemetaan titik rawan sampah terus kami lakukan. Target kami jelas, kesejahteraan masyarakat Situbondo harus meningkat secara nyata, berkualitas, dan tentu saja berkelanjutan," pungkasnya.(vya/dn)
What's Your Reaction?



