Pangkas Jarak 4 KM, Jembatan Presisi Hasil Sinergi Polres Trenggalek dan Warga Mulai Dibangun

Polres Trenggalek bersama warga Dusun Jombok membangun Jembatan Merah Putih Presisi untuk memangkas jarak tempuh warga hingga 4 kilometer di Kecamatan Pule.

08 May 2026 - 19:17
Pangkas Jarak 4 KM, Jembatan Presisi Hasil Sinergi Polres Trenggalek dan Warga Mulai Dibangun
Petugas bersama warga masyarakat saat bergotong royong membangun jembatan di Pule (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) Polres Trenggalek memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur vital di pelosok desa. Kali ini, jajaran kepolisian bersama warga Dusun Jombok, Kecamatan Pule, resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi untuk mempermudah akses transportasi dan ekonomi warga setempat pada Jumat (8/5/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian. Kapolsek Pule AKP Muhtar menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk kemitraan strategis guna meningkatkan mobilitas warga di medan yang cukup sulit.

"Jembatan ini kami bangun untuk mendukung aktivitas pertanian dan memudahkan mobilitas masyarakat setiap hari," ujar AKP Muhtar sesaat setelah prosesi peletakan batu pertama.

Secara teknis, jembatan penghubung ini dirancang dengan panjang 10 meter dan lebar 1 meter. Mengingat kondisi geografis wilayah Pule, konstruksi jembatan akan menggunakan tiang bambu yang diperkuat dengan struktur bertipe presisi pada bentang sungai seluas 5 meter.

Infrastruktur ini diprediksi akan menjadi urat nadi baru bagi warga Dusun Jombok. Selama ini, masyarakat harus menempuh rute yang jauh untuk mengangkut hasil bumi atau melakukan aktivitas sosial karena ketiadaan jalur penyeberangan yang memadai.

"Keberadaan jembatan ini diperkirakan mampu memangkas jarak tempuh warga hingga 4 kilometer," jelas AKP Muhtar terkait efektivitas pembangunan tersebut.

Selain menghemat jarak, akses baru ini juga diklaim dapat menghemat waktu perjalanan masyarakat sekitar 20 menit lebih cepat dari biasanya. Dengan total estimasi anggaran mencapai Rp45 juta, biaya pembangunan bersumber dari bantuan Polres Trenggalek yang dipadukan dengan dana swadaya masyarakat secara mandiri.

Pihak kepolisian berharap proses pengerjaan dapat berjalan tepat waktu tanpa kendala cuaca yang berarti. Dengan gotong royong yang kuat, jembatan ini diharapkan segera dapat digunakan untuk memutar roda ekonomi desa.

"Kami harap pembangunan ini lancar agar segera bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial di Dusun Jombok," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow