Minim Perusahaan, Peluang Kerja di Job Fair Pacitan Jadi Terbatas

23 Apr 2026 - 08:55
Minim Perusahaan, Peluang Kerja di Job Fair Pacitan Jadi Terbatas
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono saat menjelaskan kegiatan mini job fair. (Foto: Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) – Minimnya partisipasi perusahaan dalam pelaksanaan mini job fair yang digelar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan membuat peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat menjadi terbatas.

Dari lima perusahaan yang sebelumnya dijadwalkan hadir hanya tiga perusahaan yang datang yakni Pabrik Alami, PT Indomarco Prismatama, dan PNM, sementara dua perusahaan lainnya batal hadir.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya jumlah lowongan yang tersedia.

“Memang ada dua perusahaan yang tidak hadir, sehingga jumlah lowongan yang tersedia juga berkurang,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Padahal, awalnya jumlah lowongan kerja yang dihimpun mencapai sekitar 550 posisi. Namun dengan berkurangnya perusahaan, peluang yang tersedia tidak sepenuhnya bisa diakses pencari kerja.

Kondisi ini juga berimbas pada jumlah peserta yang hadir. Dari target ratusan pencari kerja, hanya sekitar 150 orang yang datang dalam pelaksanaan job fair periode pertama tahun ini.

Supriyono menjelaskan, format mini job fair dipilih sebagai evaluasi dari tahun sebelumnya yang dinilai kurang tepat sasaran karena lebih banyak dikunjungi masyarakat umum dibanding pencari kerja aktif.

“Makanya sekarang kita buat lebih kecil, supaya yang datang benar-benar pencari kerja,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan perdana ini masih belum optimal. Minimnya perusahaan yang hadir serta rendahnya jumlah peserta menjadi catatan tersendiri bagi Disdagnaker.

Dari sisi anggaran, kegiatan mini job fair ini menggunakan total dana sekitar Rp15 juta untuk tiga kali pelaksanaan dalam satu tahun, atau sekitar Rp5 juta setiap kegiatan.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk mendukung kehadiran perusahaan, termasuk biaya konsumsi dan transport.

Mendatang, Disdagnaker berencana mengundang lebih banyak perusahaan, termasuk dari luar daerah, guna memperluas peluang kerja bagi masyarakat Pacitan.

“Harapannya perusahaan yang hadir bisa benar-benar menyerap tenaga kerja yang datang,” tambahnya.

Meski telah dilakukan penyesuaian konsep, pelaksanaan job fair kali ini menunjukkan bahwa tantangan dalam mempertemukan pencari kerja dan perusahaan di Pacitan masih belum sepenuhnya teratasi.(fer)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow