Waspada! Eks Napiter Ungkap Radikalisme Kini Incar Anak SD Lewat Game dan TikTok

​Kesaksian autentik ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan "Fasilitasi Pencegahan Paham Radikalisme" yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Posda BIN Kabupaten Madiun, Kamis (23/4/2026).

23 Apr 2026 - 08:49
Waspada! Eks Napiter Ungkap Radikalisme Kini Incar Anak SD Lewat Game dan TikTok
kegiatan fasilitasi Pencegahan Paham Radikalisme oleh Bakesbangpol Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Posda BIN Kabupaten Madiun di MAN 3 Madiun Dolopo, dengan narasumber eks Napiter Erfin Wibowo,  Kamis (23/4/2026). (Hendry/AF) 

Madiun, (afederasi.com) - Suasana aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madiun Dolopo mendadak hening saat Erfin Wibowo, seorang mantan Narapidana Terorisme (Napiter) asli Madiun, membedah masa lalunya. Di hadapan 90 siswa dan guru, Erfin mengungkap fakta yang menggetarkan: ia mulai terpapar paham radikal bukan saat dewasa, melainkan sejak masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar.


​Kesaksian autentik ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan "Fasilitasi Pencegahan Paham Radikalisme" yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Posda BIN Kabupaten Madiun, Kamis (23/4/2026).


​Erfin memaparkan bahwa indoktrinasi yang dialaminya pada tahun 1988 dimulai melalui pendekatan spiritual yang terlihat sangat positif. “Tahun 88 saya masih SD kelas 4, saya sudah diajak puasa Senin-Kamis, sudah diajak salat malam, sudah diajak bangun malam. Terus kemudian dikasih doktrin-doktrin bahwasanya negara kita ini negara thogut, negara kafir, pemerintahnya harus diperangi,” ujar Erfin mengenang masa kecilnya.
​Ia menjelaskan bahwa pemahaman ekstrem tersebut tidak hilang, melainkan mengakar kuat dan terbawa hingga ia beranjak dewasa. “Dan itu saya bawa sampai saya SMP, SMA, hingga masuk dunia kampus di Malang. Itu saya semakin menjadi-jadi karena saya sudah punya dasar (basic) di situ. Jadi ketika ada pemahaman baru yang masuk, itu langsung 'klik'—langsung nyambung,” tambahnya.


​Erfin, yang diketahui merupakan eks narapidana teroris terkait kasus bom gereja di Surabaya pada 23 Mei 2018 lalu, memberikan peringatan keras bahwa proses rekrutmen saat ini dilakukan dengan sangat halus melalui pendekatan emosional.


​“Mereka itu kalau masuk tidak langsung 'ayo kita ngebom', tidak. Pasti ada tahapannya, dimulai dari kedekatan emosional. Mereka masuk ke lingkungan anak-anak kita, menjadi teman yang baik dan suka menolong. Setelah anak-anak merasa nyaman, baru mereka memasukkan pahamnya sedikit demi sedikit; mulai dari diskusi agama hingga diarahkan membenci negara,” tegas Erfin.


​Menurutnya, paparan sejak dini sangat berbahaya karena sulit untuk dikoreksi di kemudian hari. 
“Nah, ini yang harus diwaspadai, jangan sampai anak-anak kita terpapar sejak dini. Karena kalau dasarnya sudah kuat sekali, nanti kalau sudah besar itu susah untuk dikembalikan atau diberi tahu,” tandas pria yang kini telah kembali setia pada NKRI dan sukses merintis bisnis usaha "Jawara Bandeng Presto" serta membuka layanan terapi bekam ini.


​Senada dengan hal itu, Kabid Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Madiun, Fajar Syahrudin, menegaskan bahwa ancaman ini kian nyata melalui platform digital seperti TikTok dan game online. Sebagai tindak lanjut koordinasi di Surabaya, pihaknya menargetkan sosialisasi di 6 hingga 10 sekolah tahun ini sebagai filter bagi generasi muda.


​Pihak sekolah menyambut positif langkah preventif ini. Wakil Kepala MAN 3 Madiun Bidang Humas, Zulfikri Alwi Jauhar, M.Pd., menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, acara ini selaras dengan program prioritas penguatan moderasi beragama yang diamanahkan Kementerian Agama untuk membentengi siswa dari paham ekstrem.


​Acara pun ditutup dengan teriakan semangat yel-yel kebangsaan: “Madiun Bersahaja, MAN 3 Dolopo Berakhlak, Pancasila Harga Mati, Radikalisme Tolak!” sebagai simbol komitmen bersama menjaga Bumi Kampung Pesilat dari ancaman ideologi radikal. (Adv/hen)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow