DPRD Jombang Temui TACB dan Penelusur Sejarah, Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso

23 Apr 2026 - 08:49
DPRD Jombang Temui TACB dan Penelusur Sejarah, Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang akhirnya menemui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang dan para penelusur sejarah di gedung DPRD Kabupaten Jombang, Kamis (23/04/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Perdebatan sejarah kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno, memasuki babak baru.

Dimana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang akhirnya menemui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang dan para penelusur sejarah untuk membahas secara serius klaim bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

Pertemuan yang digelar di ruang khusus DPRD Kabupaten Jombang, itu menghasilkan sejumlah titik terang. Forum ini menjadi momentum penting untuk menguak tabir dualisme sejarah kelahiran Bung Karno antara Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang pada Kamis(23/04/2026).

Dalam forum yang berlangsung alot namun konstruktif tersebut, TACB Kabupaten Jombang yang diwakili Ketua TACB, Nasrul Ilah, dan anggota, Arif Yulianto, secara resmi menyerahkan hasil kajian akademik terkait Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso.

Tidak hanya itu, inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, bersama penelusur sejarah, Moch. Faisol, turut menyerahkan buku-buku hasil riset mereka yang menguatkan bahwa Bung Karno menghirup udara pertama kali di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang.

Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M. Kuswartono, juga hadir memberikan penguatan berdasarkan temuan artefak dan dokumen di lapangan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari, mengakui bahwa hasil kajian ini membuka fakta baru yang selama ini tertutup.

"Hari ini kita belajar sejarah lagi dari beliau-beliau bahwa ada kemungkinan fakta dan data bahwa Bung Karno lahir di Ploso, khususnya di Desa Rejoagung," ujar Octadella usai pertemuan.

Menurut politisi yang akrab disapa Octa ini, saat ini terjadi dualisme sejarah. Pemerintah selama ini mengakui Bung Karno lahir di Surabaya. Namun, temuan TACB dan tim Titik Nol menunjukkan bukti sebaliknya.

"Kita tabayyun terhadap fakta-fakta ini. Ayo kita diskusikan bersama melalui kajian akademik agar sejarah bisa digali lebih dalam," tegasnya.

DPRD Jombang berencana menjembatani pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Jombang (terutama Disdikbud) dengan Pemerintah Kota Surabaya. 

Selain itu, pihaknya juga mendorong Disdikbud untuk mengawal surat yang telah dilayangkan ke Kementerian Kebudayaan RI dan BPK Wilayah XI.

DPRD Kabupaten Jombang juga berencana melakukan kunjungan langsung ke lokasi rumah kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.

"Nanti kita akan berkoordinasi dengan teman-teman pimpinan Komisi D dan Disdikbud untuk melihat langsung temuan-temuan seperti apa," lanjut Octadella.

Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul Ilah atau yang akrab disapa Cak Nas, menyatakan pertemuan dengan Komisi D DPRD berjalan lancar dan menjadi katalisator percepatan penyelesaian polemik ini.

"Kuncinya ya satu, adalah bagaimana kubu Surabaya dan kubu Jombang ini dipertemukan. Kami sudah punya data, tinggal bagaimana proses tabayyun bersama," tandas Cak Nas.

Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso: Bukan Sekadar Tutur, Tapi Sudah Berdokumen

Sementara itu, R.M. Kuswartono dari Situs Persada Soekarno Kediri menegaskan bahwa klaim Bung Karno lahir di Jombang tidak lagi berdasarkan cerita turun-temurun semata.

"Temuan kami setelah digali dan ditelusuri menemukan banyak bukti artefak. Bahwa kelahiran Bung Karno di Jombang yang selama ini disampaikan pihak keluarga secara tutur, kini sudah terlengkapi dengan data dan dokumen," ungkap Kuswartono.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jombang segera menetapkan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya.

"Karena semuanya sudah final sesuai fakta, tutur, dan memori koleksi masyarakat. Ini akan menjawab pertanyaan dunia tentang bapak bangsa. Suatu keanehan jika seorang tokoh besar namun tempat lahirnya masih diperdebatkan," pungkas Kuswartono. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow